Home
Login.
Artikelilmiahs
17762
Update
RISKA NURPRILAELY
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PELEPASAN ION NIKEL KAWAT NIKEL TITANIUM YANG DILAPISI POLYTETRAFLUOROETHYLENE (PTFE) DALAM LARUTAN SODIUM FLUORIDE (NaF) DAN SODIUM MONOFLUOROPHOSPHATE (Na2FPO3)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kawat nikel titanium memiliki sifat shape memory effect, super elastis, dan ketahanan korosi yang baik. Saat ini telah dikembangkan kawat estetik dengan pelapisan bahan polimer seperti polytetrafluoroethylene (PTFE). Lingkungan rongga mulut dapat menyebabkan degradasi logam dan memicu terjadinya pelepasan ion. Penggunaan fluoride dapat meningkatkan terjadinya pelepasan ion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pelepasan ion nikel kawat nikel titanium yang dilapisi PTFE dalam larutan sodium fluoride (NaF) dan sodium monofluorophosphate (Na2FPO3) dengan lama perendaman 7, 14, dan 21 hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan 72 sampel untuk uji kadar pelepasan ion nikel dan dibagi dalam sembilan kelompok. Kelompok 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah kawat yang direndam dalam larutan NaF dengan lama perendaman 7, 14, dan 21 hari. Kelompok 4, 5, dan 6 berturut-turut adalah kawat yang direndam dalam larutan Na2FPO3 dengan lama perendaman 7, 14, dan 21 hari. Kelompok 7, 8, dan 9 berturut-turut adalah kawat yang direndam dalam saliva buatan dengan lama perendaman 7, 14, dan 21 hari. Uji untuk mengukur kadar pelepasan ion nikel dilakukan dengan menggunakan alat atomic absorption spectrophotometry (AAS). Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal Wallisdan One Way Anova. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara semua waktu lama perendaman dan semua media perendaman. Kawat yang direndam dalam larutan Na2FPO3 memiliki kadar pelepasan ion nikel tertinggi dibandingkan dengan kawat yang direndam dalam larutan NaF dan saliva buatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nickel titanium archwire has shape memory effect, super elastic, and good corrosion resistance properties. Nowadays, it has already developed aesthetic archwire with coating polymer material such as polytetrafluoroethylene (PTFE). The oral environment can lead to degradation of the metal and trigger the release of ions. The use of fluoride can increase the release of ions. The purpose of this study was to compare the release of nickel ions from nickel titanium coated PTFE archwire in sodium fluoride (NaF) and sodium monofluorophosphate (Na2FPO3) with 7, 14, and 21 days of immersion time. This research is a laboratory experimental study using 72 samples for nickel ions release test which are divided into nine groups. Group 1, 2, and 3 respectively are archwires immersed in NaF solution with immersion time for 7, 14, and 21 days. Group 4, 5, and 6 respectively are archwires immersed in Na2FPO3 solution with immersion time for 7, 14, and 21 days. Group 7, 8, and 9 are respectively archwire immersed in artificial saliva with immersion time for 7, 14, and 21 days. The test to measure levels of nickel ions release were performed using an atomic absorption spectrophotometry (AAS). The results are then analyzed using a Kruskal Wallis and One Way Anova statistical test. Statistical analysis showed significant differences (p<0,05) between all immersion time and all immersion test media. Archwires immersed in a Na2FPO3 solution have the highest level of nickel ions release compared with archwires immersed in NaF solution and artificial saliva.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save