Home
Login.
Artikelilmiahs
17653
Update
PUJI FAUZIAH FITRIANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN DAYA TERIMA MAKANAN, ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL ASUHAN ANAK (BPSAA) PAGADEN SUBANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Remaja termasuk dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu faktor yang dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal diantaranya kecukupan konsumsi zat gizi yang seimbang dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Daya terima makanan menjadi salah satu pertimbangan seseorang dalam mengkonsumsi makanan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan daya terima makanan, asupan energi dan protein dengan status gizi pada remaja di Balai Perlindungan Sosial Asuhan Anak (BPSAA) Pagaden Subang. Metodologi Penelitian : Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel penelitian 45 responden dipilih secara simple random sampling. Daya terima makanan diukur dengan uji hedonik, asupan energi dan protein diperoleh dengan menggunakan recall 2x24 jam. Status gizi diukur dengan menggunakan IMT/U. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Sebanyak 80% responden berstatus gizi normal, 91,9% responden memiliki daya terima makanan yang baik, 77,8% responden memiliki tingkat konsumsi energi sangat kurang, sebesar 71,1% responden memiliki asupan protein sangat kurang. Hasil uji bivariat menunjukan tidak ada hubungan daya terima makanan (p=0,569), asupan energi (p=0,659), asupan protein (p=1,000). Kesimpulan : Daya terima makanan, asupan energi dan protein tidak berhubungan dengan status gizi. Kata Kunci : Remaja, Daya Terima Makanan, Asupan Energi, Asupan Protein, Status Gizi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Adolescence included into period of growth and development. One factor that can aid in the growth and development including the adequacy optimal balanced nutrient consumption in the food consumed daily. Acceptance of the food to be one of the considerations a person in consuming. Objective : To examined the association between acceptability of food, energy and protein intake with nutritional status in adolescents at Balai Perlindungan Sosial Asuhan Anak (BPSAA) Pagaden Subang. Methods : Design cross sectional study with a samples included 36 respondents selected by simple random sampling. Acceptability of food were measured by hedonic test, energy and protein intake obtained using the recall 2x24 hours. Nutritional status was obtained from BMI/Age. Bivariat analysis used Chi Square test. Results : 80% of respondents had a normal nutritional status, 91.9% of respondents had good acceptability of food, 77.8% of respondents have a level of energy consumption is very less, 71.1% of respondents have very less protein intake. Bivariate test results showed no relationship acceptability of food (p=0,569), energy intake (p=0,659), protein intake (p=1.000). Conclusion : Acceptability of food, energy and protein intake was not associated with nutritional status. Keywords : Adolescence, Acceptability of Food, Energy Intake, Protein Intake, Nutritional Status.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save