Home
Login.
Artikelilmiahs
17609
Update
ANISA NURUL WAHYUNINGSIH
NIM
Judul Artikel
Peranan Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga dalam pengelolaan tempat wisata di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Tempat wisata adalah Kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau yang memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, daya dukung lingkungan hidup (Pasal 1 angka 17 Undang-Undang No 11 Tahun 2015 tentang RIP Kepariwisataan 2015-2025). Untuk terciptanya kegiatan pariwisata maka perlu adanya managemen, suatu proses yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian sampai dengan evaluasi. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana peranan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam pengelolaan tempat wisata dan membahas mengenai apa saja hambatan-hambatannya dalam peranan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Lokasi penelitian ini di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purbalingga. Jenis data menggunakan data sekunder dengan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang disusun secara sistematis. Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa peranan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam pengelolaan tempat wisata di Kabupaten Purbalingga merupakan pelaksanaan Peraturan Perundang-undangan, menjadikan fasilitas yang membantu dalam melakukan promosi pariwisata, penyediaan pemandu wisata yang bersertifikat dengan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, membantu pemasaran daya tarik promosi pariwisata di dalam negeri maupun di luar negeri, menghasilkan PAD yang sangat bermanfaat untuk pemerintah. Hambatan yang ada didalam Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam pengelolaan pariwisata Kabupaten Purbalingga yaitu keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM) dibandingkan dengan beban kerja yang ada sehingga dalam pelaksanaannya belum maksimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Tourist attractions is the area that has the primary function of tourism or that have the potential for development of tourism which have a significant impact in one or more aspects, such as economic growth, social and cultural rights, the carrying capacity of the environment (Article 1 paragraph 17 of Law No. 11 of 2015 about tourism RIP 2015-2025). For the creation of tourism activities hence the need for management, a process that starts from planning, organizing up to the evaluation. This study describes how the role of the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports in the management of tourist attractions and discuss about what are the bottlenecks in the role of the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports in Purbalingga. This study uses normative juridical approach. The location of this research in the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports The Purbalingga. The type of data using secondary data with primary legal materials and secondary legal material systematically arranged. The results provide the conclusion that the role of the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports in the management of sites in Purbalingga was the implementation of legislation, making the facilities that assist in the promotion of tourism, provision of tourist guides certified in cooperation with the Ministry of Tourism, helps attraction marketing promotion of tourism in the country and abroad, generating revenue that is very beneficial for the government. Barriers that exist within the Department of Culture, Tourism, Youth and Sports in tourism management Purbalingga it is a severe shortage of human resources (HR) compared with the existing workload so that the implementation is not maximized.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save