Home
Login.
Artikelilmiahs
17569
Update
RIFKY RAMADHAN SUBEKTI
NIM
Judul Artikel
Kekuatan Pembuktian Airsoft Gun Dalam Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 81/Pid.B/2015/PN Snt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kasus pencurian dengan kekerasan dalam Putusan Nomor : Nomor 81/Pid.B/2015/PN Snt, sangat menarik dikaji karena menggunakan airsoftgun dalam melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 365 Ayat (2) ke-2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Oleh karena itu, Penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Kekuatan Pembuktian Airsoft Gun dalam Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 81/Pid.B/2015/PN Snt). Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif yaitu metode pendekatan menggunakan konsep legisme yang positivistis. Konsep ini hukum dipandang identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang dan melihat hukum sebagai suatu sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa putusan Nomor 81/Pid.B/2015/PN Snt Sengeti telah memenuhi 2 alat bukti yaitu keterangan saksi yakni Hunaifi, Rika, Elisa Santri, Soni Panji, dan keterangan terdakwa yakni Doni dan barang bukti Airsoft Gun sehingga hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian Dengan Kekerasan dalam keadaan memberatkan ” sesuai dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP dan dijatuhi putusan berupa pidana penjara selama 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cases of theft with violence in Decision Number: No. 81 / Pid.B / 2015 / PN SNT, very interesting studied for use in committing a crime airsoftgun theft with violence in aggravating circumstances as stipulated and punishable violated Article 365 Paragraph (2) ke- 2 of the Code of Criminal Law Act. Therefore, the authors are interested in conducting research on "Strength of Evidence Airsoft Gun in the Crime of Theft With Violence (Judicial Review Decision No. 81 / Pid.B / 2015 / PN SNT). The method used is the method of normative juridical approach uses the concept of the positivistic legisme. This concept is seen as identical with the legal norms made written and enacted by institutions or officials who authorized and view the law as a normative system which is independent, is closed and apart from real people's lives. Based on the results of this study concluded that the decision No. 81 / Pid.B / 2015 / PN SNT Sengeti has met 2 evidence is witness testimony that Hunaifi, Rika, Elisa Pupils, Soni Panji, and the testimony of the defendant and the evidence that Doni so judges Airsoft Gun gain confidence that the defendant legally and convincingly proven guilty of committing a crime "Theft with violence in aggravating circumstances" in accordance with Article 365 paragraph (1) criminal Code and was sentenced the form of imprisonment for 1 (one) year eight (8) months.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save