Home
Login.
Artikelilmiahs
17418
Update
SENANDUNG NACITA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Pemberian Home Pharmacy Care Terhadap Kepuasan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Diabetes melitus termasuk penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. Kontrol glikemik yang optimal dipengaruhi oleh kepuasan pengobatan. Pelayanan kefarmasian di rumah oleh apoteker (home pharmacy care) dapat digunakan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kepuasan pengobatan pasien diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan kefarmasian di rumah terhadap kepuasan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi yang telah diberikan apoteker berupa home pharmacy care melalui program Comp-Act selama Desember 2015 - Mei 2016. Total pasien yang mengikuti penelitian ini, yaitu 88 orang (kontrol = 39, intervensi = 49). Kepuasan pengobatan diukur menggunakan kuesioner Treatment Satisfaction Questionnaire for Medication (TSQM versi II) yang diuji validitas konstruk terpakai dan reliabilitas. Hasil uji beda menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki skor yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol pada domain kepuasan pengobatan berdasarkan efektivitas (71,693 versus 68,796, p = 0,096), domain kepuasan pengobatan berdasarkan efek samping (98 versus 97,051, p = 0,389), domain kenyamanan penggunaan obat (68,612 versus 68,153, p = 0,402), dan domain kepuasan secara umum (69,551 versus 69,153, p = 0,623), namun tidak berbeda signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian home pharmacy care dapat meningkatkan kepuasan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 dalam mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term therapy. Optimal glycaemic control in the management of diabetes mellitus affected by treatment satisfaction. One strategy that can be used to improve treatment satisfaction is conducting home pharmacy care to patients. The purpose of study was to determine the effect of home pharmacy care on treatment satisfaction of patients with type 2 diabetes mellitus in Banyumas. This research was using Cross Sectional design with the intervention group and the control group. Home pharmacy care intervention have given by pharmacists in Comp-Act Project during December 2015 to May 2016. Total patients who participated in this study was 88 people (control = 39, intervention = 49). Treatment satisfaction was measured using a Treatment Satisfaction Questionnaire for Medication (TSQM version II) which validated and tested its reliability. The results showed that the intervention group had a greater treatment satisfaction score than the control group on the domain effectiveness (71,693 versus 68,796, p = 0,096), domain side effects (98 versus 97,051, p = 0,389), the domain convenience (68,612 versus 68,153, p = 0,402), and overall satisfaction domain (69,551 versus 69,153, p = 0,623), but not significantly different. This indicated that home pharmacy care intervention could increase treatment satisfaction of diabetic patient in achieving optimal glycemic control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save