Home
Login.
Artikelilmiahs
17342
Update
IKHSAN MAULANA
NIM
Judul Artikel
PERANCANGAN SENSOR SUHU MENGGUNAKAN SERAT OPTIK PADA BETON SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN SMART BUILDING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Umumnya dinding pada sebuah bangunan atau fasilitas berupa beton. Mengetahui kondisi temperatur pada sebuah dinding beton sangatlah penting karena suhu dapat mempengaruhi kualitas beton. Perlu adanya sebuah detektor yang mampu mendeteksi dan mengukur perubahan temperatur pada dinding beton. Peneliti memanfaatkan serat optik jenis singlemode untuk dirancang menjadi sebuah sensor dalam penelitian ini. Sumber cahaya menggunakan laser dengan panjang gelombang 1310 nm dengan penerima berupa optical power meter (OPM) dan InGaAs PIN photodiode sebagai pengirim dan pengukur keluaran pada serat optik. Serat optik disusun ke dalam dua jenis konfigurasi yakni gelombang ganda dan spiral. Dalam pengujian yang telah dilakukan beton dipanaskan dengan variasi suhu konstan 50oC, 150oC, dan 200oC masing-masing selama 2 jam. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa perubahan suhu yang diberikan terhadap beton berpengaruh terhadap daya keluaran serat optik. Perbandingan antara keduanya berbanding lurus. Konfigurasi gelombang ganda menghasilkan nilai (koefisien gradien; sensitivitas) tertinggi sebesar 1,9x10-3 dB/oC; 0,9027 menggunakan OPM dan 1,3 mV/oC; 0,7848 menggunakan data logger. Konfigurasi spiral menghasilkan 0,9x10-3 dB/oC;0,9787 menggunakan OPM dan 0,8 mV/oC;0,8895 menggunakan data logger. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa konfigurasi gelombang ganda memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dan konfigurasi spiral memiliki linearitas yang lebih tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Commonly the Buildings or facilities wall is made by concrete. In fact, known the temperature condition across concrete wall is very important cause influence the concrete quality. Necessary to create a detector that be able to detect and measure temperature across concrete wall. The researcher used singlemode fiber optic to designing a sensor for this research. For the light source is used laser with 1310 nm wavelength light guide and for the receiver used Optical Power Meter (OPM) and InGaAs PIN photodiode as transmitter and power measurements across fiber optic. Fiber Optic is designed with two different type of configurations that is double-wave and spiral. In the research, concrete structure warmed-over with each variants temperature 50oC, 150oC, and 200oC upon 2 hours. From the research could obtained that increasing temperature on concrete structure affect the power output of fiber optic. Comparison between two of them is directly proportional. Double-wave configurations produced the highest results (of gradient coefficient; sensitivity) 1.9x10-3 dB/oC; 0.9027 using OPM and 1.3 mV/oC; 0.7848 using data logger. Spiral configuration produced 0.9 x 10-3 dB/oC; 0.9787 using OPM and 0.8 mV/oC; 0.8895 using data logger. The conclusion of the results is double-wave configurations have the highest sensitivity and spiral configurations have the highest linearity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save