Home
Login.
Artikelilmiahs
17326
Update
WILDAN FELANI
NIM
Judul Artikel
POTENSI HIJAUAN PAKAN DALAM MENUNJANG KETERSEDIAN PAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Potensi Hijauan Pakan Dalam Menunjang Ketersedian Pakan Sapi Perah Di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 September sampai dengan 15 Oktober 2016 di Kecamatan Pejawaran, Wanadadi, Wanayasa, dan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu : 1). Mengetahui potensi hijauan pakan berdasarkan kepemilikan lahan peternak yang digunakan untuk menanam hijauan pakan sebagai pakan sapi perah, 2). Mengetahui jenis hijauan pakan yang diberikan kepada sapi perah, 3) Mengetahui produksi hijauan dan kapasitas tampung ternak berdasarkan potensi hijauan pakan. Materi penelitian yang digunakan adalah seluruh peternak sapi perah yang ada di Kecamatan Pejawaran, Wanadadi, Wanayasa dan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Peubah yang diukur adalah hijauan pakan yang digunakan peternak sapi perah, produksi hijauan, rata-rata kepemilikan lahan, BK, produksi BK, PK dan TDN. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan pendekatan purposive samplingdan cara pengambilan sampel menggunakan teknik kuadran. Peternak yang ada di Kabupaten Banjarnegara menggunakan pakan rumput gajahPennisentum purpureum) sebagai pakan utama sapi perahnya. Setiap peternak memiliki lahan sendiri dengan luas rata-rata kepemilikan lahan seluas 6387 m2 (0,63 ha) dan jumlah keseluruhan lahan yang di tanami rumput gajah (yaitu seluas 313000 (31,3 ha) dengan produksi hijauan segar yaitu 9422 ton/tahun, produksi bahan kering (BK) 2350 ton/tahun, produksi PK 237,35 ton/tahun dan produksi TDN 1316 ton/tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka Banjarnegara memiiki potensi hijauan yang sangat melimpah, sedangkan populasi sapi perahnya masih kurang dibandingkan dengan produksi hijauan yang ada. Berdasarkan produksi terdapat kelebihan pakan yang dapat menampung ternak berdasarkan jumlah produksi : 1. hijauan segar sebanyak 158 ekor, 2. BK sebanyak 269 ekor, 3. PK = 178 ekor, 4. TDN sebanyak = 197 ekor.
Abtrak (Bhs. Inggris)
SUMMARY Forage Feed Potential In Dairy Cows Feeding Availability In Banjarnegara District. The research was conducted on September 15 until October 15, 2016 in the District Pejawaran, Wanadadi, Wanayasa, and Rakit, Banjarnegara, Central Java. The purpose of this study are: 1). Knowing the potential of forage based land ownership of farmers who used to grow forage as feed for dairy cows, 2). Knowing the type of forage given to dairy cows, 3). The research material used is whole dairy farmers in Sub Pejawaran, Wanadadi, Wanayasa and Rakit, Banjarnegara. The parameters measured are forage types by dairy farmer, forage production, average tenure, BK, BK production, PK and TDN. The method used was survey with data collection techniques using purposive sampling approach and way of sampling using the quadrant. Farmers in Banjarnegara district using elephant grass feed (Pennisentum purpureum) as dairy cows main feed. Each farmers own their own land with an area of an average ownership of the land area of 6387 m2 (0.63 ha) and the total amount of land planted with elephant grass (ie an area of 313 000 (31.3 ha) with fresh forage production is 9422 tons / year, production of dry matter (DM) 2350 tons / year, PK production of 237.35 tons / year and TDN production of 1316 tons / year.Based on the results of research that has been done then Banjarnegara memiiki forage potential of this highly abundant, while the dairy cow population is still less than the existing forage production.Based there is an excess production which can accommodate livestock feed based on the amount of production: 1. fresh forage as much as 158 tails, tails 2. BK 269, 3. PK = 178 tails, 4. TDN total = 197 tails.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save