Home
Login.
Artikelilmiahs
17247
Update
MARGARETA ERMANDA KARTIKA PUTRI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ORAL PARAFUNCTIONAL HABIT DENGAN TEMPOROMANDIBULAR JOINT SOUND PADA ANAK USIA 10–15 TAHUN (Studi Kasus Kontrol di Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Semarang Menggunakan Oral Behavior Checklist dalam Protokol Diagnosis Axis II)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Temporomandibular joint sound adalah kelainan berupa bunyi yang terjadi pada sendi temporomandibula. Persentase terjadinya temporomandibular joint sound cukup tinggi, tidak hanya pada usia dewasa namun juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Etiologi terjadinya temporomandibular joint sound adalah multifaktorial, salah satunya adalah oral parafunctional habit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan oral parafunctional habit dengan temporomandibular joint sound pada anak usia 10-15 tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel yang diperiksa dalam penelitian ini adalah 202 siswa, yang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi terbagi menjadi kelompok kasus sejumlah 40 siswa dan kelompok kontrol sejumlah 40 siswa. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode pemeriksaan Diagnostic Criteria/Temporomandibular Disorders (DC/TMD), yaitu dengan teknik palpasi pada area preaurikular. Wawancara lisan dengan peragaan dilakukan kepada orang tua dan siswa masing-masing kelompok untuk memperoleh data Oral Behavior Checklist. Data hasil penelitian diuji dengan menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara oral parafunctional habit dengan temporomandibular joint sound pada anak usia 10-15 tahun (p=0,823). Namun beberapa oral parafunctional habit terbukti memiliki peran sebagai faktor risiko tejadinya temporomandibular joint sound, yaitu bruxism, clenching, dan kebiasaan menekan, mengontakkan, atau menahan gigi atas bawah bersama-sama selain pada waktu makan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Temporomandibular joint sound is an abnormal sound that occurs on the temporomandibular joint. The percentage of temporomandibular joint sound is quite high. It occurs not only on adults but also on children and adolescents. The etiology is multifactorial, one of them is oral parafunctional habit. The purpose of this study was to determine the relationship between oral parafunctional habit with temporomandibular joint sound on children aged 10-15 years. The study was done using the analytic observational method and case-control design. The number of samples examined on this study were 202 students, which based on inclusion and exclusion criteria were divided into case and control groups. Each group contained of 40 students. Inspection was done using DC/TMD diagnosis method, by palpation on preauricular area. Interview and demonstration to the parents and students of each group were done to obtain the Oral Behavior Checklist data. Data were tested using Chi-Square test and Logistic Regression. Result of this study showed that there is no relationship between oral parafunctional habit and temporomandibular joint sound in children aged 10-15 years (p= 0,823). However, some oral parafuntional habits proved to have a role as a risk factor of temporomandibular joint sound, ie bruxism, clenching, and the habit of pressing, contacting, or hold down the upper teeth together other than meal times.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save