Home
Login.
Artikelilmiahs
17060
Update
WILVI RAHMANNESA
NIM
Judul Artikel
PENGALAMAN PENGGUNA MINUMAN KERAS OPLOSAN PADA REMAJA DI KOTA GARUT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang. Minuman keras (Miras) adalah minuman yang mengandung etanol. Miras oplosan merupakan minuman beralkohol tradisional. Peminum miras jenis ini mencampurkan bahan yang tidak layak konsumsi sehingga menjadi sangat berbahaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Garut Kota, hal ini karena daerah tersebut memiliki kasus kejadian meninggal dunia paling tinggi dan dekat dengan pusat pendidikan. Tujuan. Mengetahui pengalaman remaja pengguna minuman keras oplosan di Kota Garut. Metodologi Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data wawancara mendalam. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan Pembahasan. Pengalaman remaja, pemahaman tentang bahaya minuman keras oplosan pada remaja di kota Garut menunjukkan tingkat yang masih rendah karena faktor internal (pendidikan) dan eksternal (pergaulan dengan teman). Tingkat pemahaman tentang keracunan minuman keras oplosan pada remaja di kota Garut menunjukkan tingkat yang masih rendah. Sebagian besar informan pernah mengalami keracunan setelah meminum minuman keras oplosan. Minum-minuman keras oplosan umumnya disebabkan oleh rasa ingin tahu, pelarian dari masalah yang dihadapi, mudahnya remaja mendapatkan minuman keras dan faktor lingkungan. Kesimpulan. Penelitian ini didapatkan pemahaman remaja tentang Minuman Keras Oplosan sangat rendah, mereka tidak paham tentang keracunan minuman keras oplosan, pemaknaan remaja atas tindakannya meminum minuman keras oplosan lebih untuk pengalaman dan efek samping yang terjadi bagi pengguna minuman keras oplosan yang di konsumsi oleh seluruh informan di antaranya adalah pusing, mual, muntah-muntah, emosi yang tidak terkendali dan bahkan sampai menyebabkan kematian. Kata Kunci : Pengalaman, Miras Oplosan, Kualitatif
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Alcoholic beverages is a drink containing ethanol. While oplosan alcohol is a traditional alcoholic beverage. This type of alcohol drink mix materials that are not fit for consumption so that it becomes very dangerous. This study will be conducted in the District of Garut Kota, this is because the area has a case the highest incidence of death and close to the center of education. Aim. Knowing the experience of adolescent users adulterated liquor in the city of Garut. Purpose. For knowing the experience of adolescent users adulterated liquor in the city of Garut. Study design. This research uses descriptive qualitative design with in-depth interviews. The research subject is taken by purposive sampling. Methodology. This study uses descriptive qualitative in-depth interview data collection. The research subject is taken using a technique judgmental sampling or purposive sampling. Results and Discussion. The teenage experience, an understanding of the dangers of adulterated liquor in adolescents in the city of Garut shows the level is still low due to internal (education)and external factors(interaction with friends). The level of understanding of adulterated liquor poisoning in adolescents in the city of Garut shows the level is still low. Most informants never experienced poisoning after drinking adulterated liquor. Drinking adulterated generally caused by curiosity, an escape from the problems encountered, easily teens get booze and environmental factors. Conclusion. This study found adolescent understanding about Liquor Oplosan so low, they did not know about the adulterated liquor poisoning, meaning a teenager for his actions drinking adulterated more for the experience and side effects that occur for users adulterated liquor consumption by the entire informant whom are dizziness, nausea, vomiting, uncontrollable emotions and even cause death. Keywords: Experience, Miras Oplosan, Qualitative
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save