Home
Login.
Artikelilmiahs
17048
Update
WIWI WIJAYATI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI ADDITIVE DALAM PEMBUATAN SILASE HIJAUAN RUMPUT DARI KAWASAN PERTAMINA MAOS CILACAP DITINJAU DARI KUALITAS FISIK DAN pH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis bahan additive pada pembuatan silase terhadap karakteristik fisik silase dan pH. Materi yang digunakan adalah rumput alam sebanyak 54 kg yang diambil dari kawasan Pertamina, Maos, Cilacap, dedak padi, jagung giling dan singkong giling yang kemudian difermentasi selama 3 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari 3 perlakuan dengan penambahan additive setara 2% BETN yaitu R1 3Kg rumput alam + 5% dedak padi, R2 3Kg rumput alam + 3% jagung giling dan R3 3Kg rumput alam + 15% singkong giling. Variable yang diukur adalah kualitas fisik yang terdiri atas warna, tekstur, bau, serta jumlah jamur,dan pH. Data yang didapatkan diolah dengan analisis variansi dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Rataan skor karakteristik fisik dengan menambahkan additive dedak, jagung giling dan singkong giling yaitu warna R1 = 2.0 ± 0.0, R2 = 2.0 ± 0.0 R3 = 1.5 ± 0.5, tekstur R1 = 3.0 ± 0.0, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5, bau R1 = 2.5 ± 0.5, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5, dan jumlah jamur R1 = 2.5 ± 0.0, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5.Rataan pH dengan bahan additive dedak, jagung giling dan singkong giling yaitu R1 = 4.5 ± 0.5, R2 = 4.5 ± 0.5, R3 = 5.0 ± 0.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian berbagai additive berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kualitas fisik dan pH silase. Kesimpulan hasil penelitian penggunaan additive dengan nilai BETN yang cukup 2% dari bahan yang digunakan untuk pertumbuhan Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan kualitas silase yang relatif sama. Penggunaan bahan additive tanpa memperhatikan jenis additive yang digunakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed to know the effect of a various kinds of the additives in natural grass silage on physical quality and pH. The materials used in this study were 54 Kg of nature grass from Pertamina area, Maos, Cilacap, mixture of rice bran, corn flour and ground cassava. The Experiment method used was experiment method by using completely randomized design with 3 treatments and 6 repetitions. The applied treatments consisted of 3 kinds of treatment i.e. R1 natural grass + 5% of rice bran, R2 natural grass + 3% of corn flour and R3 natural grass + 15% of ground cassava. The variables measured were physical quality and pH. The averages score of physical quality with additives of rice bran, corn flour and R3 ground cassava i.e. color R1 = 2.0 ± 0.0, R2 = 2.0 ± 0.0 R3 = 1.5 ± 0.5, texture R1 = 3.0 ± 0.0, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5, smell R1 = 2.5 ± 0.5, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5, and sum of fungi R1 = 2.5 ± 0.0, R2 = 2.5 ± 0.5, R3 = 2.5 ± 0.5. The averages of pH with additives of rice bran, corn flour and R3 ground cassava i.e. R1 = 4.5 ± 0.5, R2 = 4.5 ± 0.5, R3 = 5.0 ± 0.0. The results showed that the additions of various kinds of the additives in silage making did not significantly affect (P>0.05) physical quality and pH of the silage. The conclusions from this study is, the uses of various kinds of additives do not show any different effects on the silage product, which suggests that to make silage with good quality, it need carbohydrate with BETN value 2% from the substance that can answer the demand of Lactic Acid Bacteria. The additives like the rice bran, corn flour, and ground cassava, it can be used as additives in silage making.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save