Home
Login.
Artikelilmiahs
16793
Update
VONNY ELFIANA DEWI
NIM
Judul Artikel
BENTUK PENGAWASAN BANK INDONESIA DALAM HAL KETERLAMBATAN PENERIMAAN KLIRING MENURUT PASAL 56 PBI No. 18/5/PBI/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN TRANSFER DANA DAN KLIRING BERJADWAL OLEH BANK INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lembaga Perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan mempunyai nilai strategis dalam kehidupan suatu negara. Salah satu strategi perbankan dalam meningkatkan persaingan bisnis dengan menggunakan e-banking. Kliring merupakan salah satu fasilitas perbankan yang memanfaatkan e-banking tetapi dalam praktiknya tidak semua transaksi yang menggunakan e-banking dapat memberikan kemudahan, adapun dapat memberikan kerugian bagi pihak nasabah. Permasalahan terkait dengan fasilitas e-banking salah satunya yaitu keterlambatan penerimaan kliring yang dialami oleh nasabah dan mengakibatkan kerugian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk pengawasan Bank Indonesia dalam hal keterlambatan penerimaan kliring. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, peraturan lain diluar undang-undang, buku literatur, dokumen resmi, dan dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data primer yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dengan staff bagian Kliring Bank Indonesia Cabang Purwokerto sebagai data pendukung. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan obyek penelitian. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa sistem pengawasan Bank Indonesia dalam hal keterlambatan kliring menggunakan sistem pengawasan berdasarkan risiko, dan bentuk pengawasan Bank Indonesia dalam hal keterlambatan penerimaan kliring telah sesuai dengan ketentuan Pasal 56 PBI No. 18/5/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal Oleh Bank Indonesia yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banking institution is one of financial institutions strategic has value in the life of a country. One strategy banking in improving business competition by using e-banking . Clearing is one of banking facilities which takes advantage of e-banking but in practice not all the transactions who uses e-banking ease , the can provide financial losses for customers. Issues concerning with facilities e-banking one of them is the delay in the receipt clearing that experienced by customers and result in a loss. The purpose of this research is to know the form of of banking supervision indonesia in terms the delay in the receipt clearing .A method of the approach that was used is the approach juridical normative. The data used was secondary data of legislation , another regulation out the act , book literature , official documents , and by means of the literature study , namely by to thoroughly the data which then presented in the form of a systematic description . Primary data used be the results of interviews with staff part clearing Bank Indonesia the branch purwokerto as the supporting data .The data obtained by analysis and elaborated based on a norm laws relating to object research . The result of this research can be seen that a monitoring system bank indonesia in terms delay clearing use a monitoring system based on risk , and form of banking supervision indonesia in terms the delay in the receipt clearing is in line with the provision of article 56 pbi no. 5 / 18 / pbi / 2016 on administering transfer funds and clearing berjadwal by a bank indonesia, supervision direct and the supervision is not directly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save