Home
Login.
Artikelilmiahs
16792
Update
MIMSIN YUDA KARTIKA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH TINGGI TUNGGUL DAN WAKTU PEMBERIAN PUPUK HAYATI CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SISTEM PADI SALIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tinggi tunggul terbaik untuk budidaya padi sistem salibu pada lahan sawah tadah hujan, (2) mengetahui selang waktu pemupukan terbaik untuk budidaya padi sistem salibu pada lahan sawah tadah hujan, (3) mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara waktu pemberian pemupukan dan tinggi tunggul padi sistem salibu pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tadah hujan di Desa Gandrungmanis Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap selama bulan Maret sampai Juli 2016. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (split plot design) dengan rancangan dasar RAKL. Petak utama berupa waktu pemberian pupuk hayati cair yang terdiri atas tiga taraf yaitu 7 hari sekali (P1) sebanyak 9 kali, 10 hari sekali (P2) sebanyak 6 kali, dan 13 hari sekali (P3) sebanyak 3 kali. Anak petak berupa tinggi tunggul salibu yang terdiri dari dua taraf yaitu setinggi 5 cm (T1) dan 15 cm (T2) dari permukaan tanah. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, jika berbeda nyata dilanjut dengan uji BNT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu pemberian pupuk 13 hari sekali (P3) dapat meningkatkan hasil. Perlakuan tinggi tunggul 5 cm (T1) berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan umur berbunga. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu perlakuan waktu pemberian pupuk 13 hari sekali dengan tinggi tunggul 5 cm (P3T1) menghasilkan produksi 5,92 ton gabah per hektar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to (1) know the height of the for rice ratooning (salibu) in rainfed areas, (2) determine the time interval of fertilization for salibu in rainfed areas, (3) the best combination between interval of fertilization and heigh stumps in rainfed areas. Research was conducted in rainfed areas in the Gandrungmanis of Cilacap during March to July 2016. The experimental design used was split plot design with the basic design RAKL which the main plot form of a liquid biological fertilizer consisting of three level: 7 days (P1) of 8 times, 10 days (P2) 5 times, and 13 days (P3) 3 times. Sub plot form of a heigh stump consisting of two level: 5 cm (T1) and 15 cm (T2) from the soil surface. The data were analyzed by F test followed by LSD at level of 5% error. The results showed that the treatment time of fertilizer application 13 days (P3) could increase yields on variable number of productive tiller, total grain number, grain weight per hill and grain weight per plot. Treatment height of the cutting stump 5 cm (T1) effect on plant height and flowering date. The combination of the best treatment in treatment time fertilizer application 13 days with height stumps 5 cm (P3T1) resulted in the production of 5.92 t/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save