Home
Login.
Artikelilmiahs
16486
Update
ANISA GHANIY
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KRITERIA PEMBANGUNAN TRASE JALAN REL RUTE AJIBARANG-PURWOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rencana pemilihan alternatif transportasi menggunakan kereta api, dimunculkan akibat keterbatasan pengangkutan semen Bima menggunakan armada truk dalam pendistribusiannya di jalan raya. Untuk menyediakan pelayanan yang baik maka dilakukan pemilihan alternatif transportasi menggunakan kereta api logistik. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap kriteria pemilihan jalur kereta api. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang dihasilkan yaitu aspek teknis (kondisi geologi dan topografi, desain trase, dan kemudahan pelaksanaan), aspek kesesuaian lahan dan fisik lahan (manfaat lahan, dan kondisi fisik), aspek tata ruang (kesesuaian rencana tata ruang wilayah dan pengembangan kawasan), aspek integrasi dengan jaringan jalan dan jaringan moda transportasi lain (dampak lalu lintas) dan aspek lingkungan hidup dan sosial (cagar alam budaya, konflik sosial dan fisik). Hasil penelitian menunjukkan hasil pembobotan dari masing-masing kriteria. Faktor yang paling utama dalam penentuan jalur kereta rute Ajibarang-Purwokerto adalah kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah 32%, integrasi dengan jaringan jalan dan jaringan moda transportasi lain 22 %, dampak lingkungan hidup dan sosial 21%, kesesuaian lahan dan fisik lahan 14%, dan aspek teknis 11%. Dengan menggunakan metode AHP didapatkan hasil bahwa alternatif I yaitu trase jalan rel yang menggunakan jalur kereta api eksisting, sepanjang 30 km adalah alternatif terbaik dengan skor tertinggi yaitu 9,43. Alternatif III yaitu sebagian membangun trase baru sepanjang 10,2 km, sebagian lainnya menggunakan jalan rel eksisting sepanjang14,1 km dengan total Alternatif III sepanjang 24,3 km diurutan kedua dengan skor 9,29 dan urutan terakhir alternatif II yaitu trase sejajar jalan raya Nasional sepanjang 20,7 km dengan skor 8,66.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The election plan alternative transportation by train, appear due to the limitations of transporting the cement truck use in Bima distribution on the highway is already very solid vehicle. To provide a good service then conducted the selection of the alternative transportation using railways logistics. In the study conducted an analysis of the criteria in the selection of the railway line.The analysis is done using analytical hierarchy process (AHP) method. The criteria are technical aspects (geological and topographical conditions, track, and ease of implementation), aspect land and physical suitability of land (land, benefits and the physical condition of land), aspect spatial (spatial plan compliance areas and development areas), aspect integration with the road network and the networks of other modes of transport (traffic impact) and aspect environmental and social (nature reserve of the cultural, social, and physical conflict).Research results showed the weighting of each criterion, that most major factors in determining the route of the railway line to Ajibarang-Purwokerto is conformity with the plan of spatial regions 32%, integration with the road network and the networks of other modes of transport 22%, social and environmental impact of 21%, land suitability and physical land 14%, and technical aspects11%. By using AHP method obtained the results that the alternative I namely for track railway was the way the rail using existing railroad, along the 30 km is the best alternative with the highest score 9.43. Alternative III that is partially built new throughout for track railway was 10.2 km, others existing along the rail road use 14.1 km with a total of alternative III all 24.3 km currently in second with a score of 9.29 and last alternative II, namely for track railway was aligned along the National highways 20.7 km with a score of 8.66 .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save