Home
Login.
Artikelilmiahs
16477
Update
QORIN ANNISA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI LAYANAN PEMERIKSAAN HIV PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I WANGON KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok berisiko terhadap HIV. Pemeriksaan HIV dan sifilis telah terintregasi dalam layanan KIA, namun cakupannya masih rendah. Data Puskesmas I Wangon pada Januari-Maret 2016, hanya 195 (17,01%) ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi layanan pemeriksaan HIV pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif secara crossectional. Populasi berjumlah 509 ibu hamil dengan sampel 70 responden yang dipilih secara cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi analisis univariat dan analisis bivariat (Chi square). Hasil penelitian menyatakan responden memiliki 64,3% pendidikan dasar, 91,4% pendapatan rendah, 64,3% pengetahuan baik, 57,1% membutuhkan layanan HIV, 61,4% dukungan bidan baik, 52,9% dukungan suami baik, 52,9% akses informasi kurang dan 52,9% memiliki persepsi positif terhadap pemeriksaan HIV. Berdasarkan analisis bivariat variabel tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pengetahuan, kebutuhan, dukungan bidan, dukungan suami dan akses informasi tidak behubungan dengan persepsi ibu hamil (p>0,05). Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pengetahuan, kebutuhan, dukungan bidan, dukungan suami dan akses informasi dengan persepsi layanan pemeriksaan HIV pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Wangon
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pregnant women are one of the groups at risk of HIV. HIV and syphilis test have been integrated in the MCH services, but coverage is still low. Data Puskesmas I Wangon from January to March 2016, 195 (17.01%) pregnant women who had an HIV test. This study aims to determine the factors related with perception of HIV testing for pregnant women. This study used a quantitative analytical research with cross sectional design. Population of 509 pregnant women with a sample of 70 respondents selected by cluster random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire. Univariate and bivariate (Chi square) were used for analysis. The study states 64.3% of respondents had primary education, 91.4% low income, 64.3% good knowledge, 57.1% in need of HIV services, 61.4% good midwife support, 52.9% good husband support, 52.9% lack to access information and 52.9% have a positive perception of the HIV test. By bivariate analysis, education level, family income, knowledge, needs, midwife support, husband support and access to information does’t related with perception of pregnant women (p>0,05). Education level, family income, knowledge, needs, midwife support, husband support and access to information does’t related with perception HIV testing for pregnant women in Puskesmas I Wangon.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save