Home
Login.
Artikelilmiahs
16253
Update
NURUL AMALIA
NIM
Judul Artikel
INDUKSI KALUS EKSPLAN DAUN ANGGREK Vanda sp DENGAN PENAMBAHAN 2,4-D SECARA IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Vanda sp. merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak dibudidayakan karena memiliki bunga yang indah. Perbanyakan anggrek dapat dilakukan baik secara konvensional maupun dengan cara non konvensional (kultur in vitro). Eskplan yang dapat digunakan dalam kultur in vitro dapat melalui biji maupun dari bagian vegetatif tanaman anggrek. Untuk mendapatkan hasil yang sama dengan indukannya digunakan organ vegetatif yang masih muda atau meristematis. Penambahan zat pengatur tumbuh merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kultur in vitro. Penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D dalam media dapat merangsang pembelahan dan pembesaran sel pada eksplan dan memacu pembentukan dan pertumbuhan kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu terbentuknya kalus dari eksplan daun Vanda sp. dan mengetahui konsentrasi terbaik 2,4-D dalam menginduksi pertumbuhan kalus dari eksplan daun Vanda sp. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan 2,4-D dengan konsentrasi 0 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm; 2 ppm; 2,5 ppm; 3 ppm dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah waktu terbentuknya kalus dan persentase jumlah kalus yang terbentuk pada eksplan anggrek Vanda sp. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance), perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2,4-D 2 ppm (D3) merupakan konsentrasi terbaik dalam menginduksi kalus dengan waktu 14,3 hst dan persentase kalus sebesar 83,3% dengan sebagian besar tipe kalus yang tumbuh adalah proliferative sebanyak 36,11% dan senesen sebanyak 11,11%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Vanda sp. is one of the many types of orchids cultivated because it has a beautiful flower. Orchid reproduction can be done either by conventional or non conventional way (in vitro culture). Explant can be used in in vitro cultures may be through seeds or vegetative part of the Orchid plant. To get the same results with his elders used young vegetative organs. The addition of a substance to control growing is one of the determinants of the success of in vitro culture. The addition of the substances 2.4-D grown a regulator in the media can stimulate cell division and enlargement on the explant and spur formation and growth of callus. The purpose of this research is to know the time of the formation of callus from leaf explant Vanda sp. and find out the best concentration of 2.4-D in induces the growth of callus from leaf explant Vanda sp. The research was conducted in a randomized complete design experiments (RCD), which consists of six treatments with 2.4-D concentration of 0 ppm; 1 ppm; 1.5 ppm; 2 ppm; 2.5 ppm; 3 ppm and repeated three times. The parameters observed in this study is time formation callus and percentage amount explant callus, formed by the orchid Vanda sp. Data obtained will be analyzed with ANOVA (analysis of variance), treatment continued with BNT test. Results of the study showed that treatment of the 2.4-D 2 ppm (D3) is the best concentration induces callus with time 14.3 HST and percentage callus of 83,3% with most types of growing callus is proliferative 36,11% and sensecene 11,11%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save