Home
Login.
Artikelilmiahs
16020
Update
ASTEROIDA DIZA PRAMESWARY
NIM
Judul Artikel
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK MISELIUM DAN FILTRAT KULTUR Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 1 DENGAN PELARUT YANG BERBEDA TERHADAP MIKROBA PATOGEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ganoderma sp. merupakan jamur pangan yang memiliki aktivitas antimikroba berupa senyawa intraseluler dan ekstraseluler. Penggunaan senyawa antimikroba yang berasal dari bahan alami telah banyak dikembangkan karena diketahui lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan efek samping dibandingkan dengan penggunaan antimikroba yang berbahan zat kimia. Salah satu bahan alami tersebut adalah Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 yang didapat dari wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatolgi Fakultas Biologi UNSOED. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang digunakan terdiri atas variabel bebas dan tergantung. Variabel bebas berupa jenis ekstrak dan jenis pelarut, sedangkan variabel tergantung berupa aktivitas antimikroba terhadap mikroba uji.Perlakuan meliputi penggunaan asal ekstrak serta jenis pelarur yang berbeda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ekstrak miselium dan filtrat kultur Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 menunjukkan berbeda nyata atau signifikan (P>0,05) karena perbedaan ekstrak memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil zona hambat tertinggi terhadap S. aureus sebesar 15,00 mm dan E. coli tertinggi sebesar 13,25 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan ekstrak miselium dan filtrat kultur Ganoderma sp. isolat Banyumas 1 mampu mengendalikan mikroba patogen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ganoderma sp. is a edible mushroom that has active compounds as anitmicrobial, from intracellular and extracellular. Antimicrobial from herb is currently being developed as it is more environmentally friendly and didn’t cause disease resistance. One of the herb is Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates obtained from Banyumas, Central Java. The research has carried out with the aim to obtain extracts that can inhibit the growth of microbes. The method used in this research was experimental methods that implemented at the Laboratory of Mycology and Phytopathology Faculty of Biology UNSOED. The analize method used was Completely Randomized Design (CRD). Variables observed consists of the independent and dependent variables.The independent variables such as solvent extract, and the dependent variable in the form of a antimicrobial activity microbes test. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) on the error rate of 5% and 1% continued by Duncan test. The research results showed that the extract of mycelium and culture filtrate of Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates was very significant different (P>0,05), caused has the ability to inhibited microbial growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The results of the highest inhibition zone S. aureus were 15,00 mm and E. coli were 13,25 mm. The use of mycelium and culture filtrat extract of Ganoderma sp. Banyumas 1 isolates can be used to control microbial pathogens.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save