Home
Login.
Artikelilmiahs
15935
Update
LASMITA SARI
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN SECOND VERTICAL DERIVATIVE (SVD) PADA DATA GRAVITASI UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEBERADAAN PATAHAN DI SEPANJANG PEGUNUNGAN SERAYU SELATAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Identifikasi struktur patahan daerah di sepanjang Pegunungan Serayu Selatan Kabupaten Banyumas penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui struktur patahan dapat meminimalisir dampak bencana dari aktivitas geologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur patahan di sepanjang Pegunungan Serayu Selatan Kabupaten Banyumas berdasarkan data anomali medan gaya berat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data topografi yang diperoleh dari Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego dan peta Anomali Bouger Lengkap lembar Banyumas. Pengolahan data dimulai dengan melakukan digitasi untuk memperoleh anomali bouger lengkap. Pengangkatan ke atas dilakukan untuk memisahkan anomali regional dan residual. Sedangkan analisa Second Vertical Derivative (SVD) dilakukan untuk mengidentifikasi patahan. Pemodelan bawah permukaan dilakukan menggunakan metode Talwani 2½D dalam progam grav2DC. Analisa SVD memperlihatkan terdapat patahan di sekitar pegunungan Serayu Selatan Kabupaten Banyumas. Hasil pemodelan menunjukan bahwa struktur patahan daerah penelitian memiliki dip yang bervariasi antara 60⁰ sampai 72⁰. Adapun jenis sesar yang teridentifikasi adalah jenis sesar turun. Secara keseluruhan patahan terletak pada kontak antara Formasi halang dan anggota breksi Formasi halang. Formasi Halang memiliki densitas rata-rata 2,7875 g/cm3 yang tersusun atas batu lempung, perselingan pasir, nafal dan tuff dengan sisipan breksi. Anggota breksi Formasi Halang memiliki densitas rata-rata 2,95 g/cm3 yang tersusun atas batuan breksi, andesit dan lava basaltik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Identification of the structural faults in Mountains of South Serayu was important to known, because by knowing the structure of the fault can minimize the impact of disasters geological activity. The aim of the research determined the structure of fault in Mountains of South Serayu based on the gravity field anomalies.The data that used in this research was a topography data obtained from Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego and the map of complete bouger anomaly, Banyumas. Data processing is begun by digitized to obtain a complete bouger anomalies. Upward Continuation method was used to separate regional and residual anomaly. The analysis of SVD was performed to determine of fault. Subsurface modeling was performed using 2 ½ D Talwani method in grav2DC program. SVD analysis shows there is a fault in the surrounding mountains of South Serayu, Banyumas. Modeling shows that structural fault in this research had a dip that varies between 60⁰ to 72⁰ . The type of fault identified is normal fault. The fault lies in contact Halang formation with breccia member of Halang formation. Halang formation has a rate density of 2,7875 g/cm3. The constituent rocks are: claystone, alternation of sandstone, marl and tuff with intercalations of breccia. Breccia member of Halang formation has a rate density of 2,95 g/cm3. Breccia member of Halang formation consist of breccia, andesite and lava basaltic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save