Home
Login.
Artikelilmiahs
15824
Update
IRA RINDARTI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DAN TINGKAT EFISIENSI DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Sumbang merupakan penghasil jagung terbesar di Kabupaten Banyumas dengan produktivitas sebesar 5,57 ton per hektar, tetapi produktivitas tersebut masih jauh dari potensi hasil jagung hibrida yaitu mampu mencapai 10 ton per hektar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung yaitu dengan penggunaan input yang efisien agar keuntungan yang diperoleh dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menghitung pendapatan petani dalam berusahatani jagung, 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi usahatani jagung, 3) Menganalisis tingkat efisiensi ekonomi usahatani jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggintung, Tambaksogra dan Karangcegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada bulan Febuari – Maret 2016. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode Two Stage Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 42 petani jagung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, fungsi Cobb Dougla dan analisis efisiensi Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya yang digunakan pada usahatani jagung di Kecamatan Sumbang sebesar Rp8.436.410,97 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp18.523.815,6 per hektar dan pendapatan sebesar Rp10.087.404,63 per hektar. Keseluruhan faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi, namun secara parsial luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap hasil produksi jagung. Nilai rata-rata efisiensi teknis usahatani jagung sebesar 0,998 yang berati usahatani jagung di Kecamatan Sumbang telah efisien. Efisiensi harga sebesar 6,73 yang berarti usahatani jagung di Kecamatan Sumbang belum efisien secara harga. Usahatani jagung secara efisiensi teknik tercapai tetapi efisiensi harga belum tercapai, sehingga usahatani jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas belum efisien secara ekonomi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sumbang Subdistrict is the largest corn producer in Banyumas Regency with a productivity of 5,57 ton per hectare, but the productivity is still far from the potential results of corn hybrids which are 10 ton per hectare. The efforts to do are to increase the production of corn with the efficient used of input to obtain maximum benefit. The research aimed to : 1) calculate the income of farmers in corn farming, 2) know the effect of the used production factors to the production of corn farming, 3) analyze the efficiency rate of corn farming. The experiment was conducted in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regencyin Febuary – march 2016. The method of research used is survey method. Getting farmers sample was done by Two Stage Random Sampling method and obtained 42 corn farmers. Analysis method which used Cobb Douglas’s production function analysis, efficiency analysis, revenues analysis. The results showed that costs used in corn farming in Sumbang Subdistrict was Rp8.436.410,97 per hectare with receiving Rp18.523.815,6 per hectare and incoming Rp10.087.404,63 per hectare. The overall production factors were influence production, but in partial production factors influence to the corn production were land area and labor. The average values of technical efficiency of corn farming were 0,998 so the corn farming in Sumbang Subdistrict was efficient. Efficiency of price was 6,73 so the corn farming in Sumbang Subdistrict has not been effisient yet, so that the corn farming in Sumbang Subdistrict has not been effisient viewed in economic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save