Home
Login.
Artikelilmiahs
15762
Update
EMAH DIANA
NIM
Judul Artikel
AKTIVITAS ANTIJAMUR Candida albicans PADA KAIN NILON TERLAPISI KARBOKSIMETIL KITOSAN DAN N-METIL KITOSAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kitosan adalah biopolymer polikationik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, namun kitosan memiliki kelarutan yang terbatas sehingga dilakukan derivatisasi kitosan. Karboksimetil kitosan dan N-metil kitosan adalah turunan dari kitosan yang memiliki kelarutan lebih tinggi. Karboksimetil kitosan diperoleh melalui proses karboksimetilasi dan N-metilkitosan diperoleh melalui reduksi amina. Sampel dikarakterisasi menggunakan Frourier Transform Infrared Spektroskopi (FTIR). Karboksimetil kitosan dan N-metil kitosan dilarutkan dalam asam asetat 0,5% dan dilapiskan pada kain nilon dengan metode pad-dry-cure. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi agar. Adanya zona bening disekitar kain menunjukkan bahwa karboksimetil kitosan dan N-metil kitosan memiliki aktivitas antijamur C. albicans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi, menentukan kondisi optimum pelapisan pada kain nilon dan aktivitas antijamur C. albicans. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karboksimetil kitosan sebanyak 22,5% dari berat kitosan dan N-metil kitosan sebanyak 82,873% dari berat kitosan. Spektra IR karboksimetil kitosan menunjukkan melebarnya serapan dari vibarasi ulur gugus –OH yang tumpang tindih dengan serapan ulur NH dan adanya serapan pita ulur C=O dan vibrasi ulur C-O yang semakin tajam. Spektra IR N-metil kitosan menunjukkan adanya serapan gugus –OH, dan serapan gugus NH serta CH3. Hasil pelapisan optimum pada konsentrasi 1%, menunjukan bahwa kain yang dilapisi N-metil kitosan memberikan zona hambat sebesar 0,4292 cm dan kain yang dilapisi karboksimetil kitosan memberikan zona hambat sebesar 0,3583 cm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Chitosan is a polycationic biopolymer and have antifungal activity on Candida albicans, however chitosan is lack of solubility. Carboxymethyl chitosan and N-methyl chitosan is derivatives of chitosan with the highest solubility. Carboxymethyl chitosan was obtained by carboxymethylation and N-methyl chitosan was obtained by reductive amination. The samples were characterized by Frourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Carboxymethyl chitosan and N-methyl chitosan dissolved with acetic acid 0.5% and coated on nilon fabric with pad-dry-cure method. The antifungal avtivity test was perfomed using agar diffusion. The apperance of clear zone around the fabric showed that the carboxymethyl chitosan and N-methyl chitosan has an antifungal activity of C. albicans. The purpose of this study was to characterize, determine the optimum condition of coating on a nylon fabric, and antifungal activity of C. albicans. The results showed that efficiency of carboxymethyl chitosan was 22.5% from weight of chitosan and N-methyl chitosan was 82.873% from weight of chitosan. IR spectrum of carboxymethyl chitosan shows widening of stretching vibrations of –OH group that overlaps with absorption –NH stretching vibration and there are absorption band stretching C=O and CO stretching vibration which more intensity. IR spectrum of N-methyl chitosan shows absorption –OH group and absorption NH and CH3. The results of the coating that optimum in a 1% concentration, showed that fabric with N-methyl chitosan extend clear zone of 0.4292 cm and the fabric with carboxymethyl chitosan extend clear zone of 0.3583 cm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save