Home
Login.
Artikelilmiahs
15736
Update
ZAHEIDY HIKMATURRAMADHANI PUTRI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH DUA DOSIS SULFUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat serta bernilai ekonomi tinggi. Tingginya kandungan sulfur pada bawang merah dapat dimanfaatkan untuk bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian dua dosis sulfur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) mengetahui varietas bawang merah yang mampu memberikan respon terbaik terhadap pemberian dua dosis sulfur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2015 sampai Januari 2016 di rumah plastik dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanaian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yang dicoba adalah lima varietas (V) bawang merah yaitu Kramat-1 (V1), Pikatan (V2), Bima Curut (V3), Mentes (V4) dan Pancasona (V5). Faktor kedua adalah dosis sulfur (S) yang tediri dari S1 (30 ppm) dan S2 (90 ppm). Kombinasi kedua faktor menghasilkan 30 unit percobaan. Karakter yang diamati dalam penelitian ini: tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, panjang akar, volume akar, bobot umbi segar dan bobot umbi kering, jumlah umbi, diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peningkatan sulfur tidak berpengaruh pada semua variabel yang diamati; 2) ada perbedaan varietas bawang merah pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar dan jumlah umbi; 3) tidak terjadi interaksi antara varietas dan sulfur pada semua variabel pengamatan; 4) tidak didapatkan varietas bawang merah yang menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap pemberian sulfur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural comodity that has many benefits also has high economic value. Shallot has high sulphur content so it can be used for health sector. This research aims to: 1) knowing the effect of two sulphur doses on growth and yield of shallot; 2) knowing shallot variety that can give the best responses on two sulphur doses. The research was conducted from November 2015 to January 2016 in screen house and Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto with altitude 110 meters above sea level. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors and 3 repeatations. The first factor was the five shallot varieties (V) consisting of Kramat-1 (V1), Pikatan (V2), Bima Curut (V3), Mentes (V4) and Pancasona (V5). The second factor was the doses of sulphur (S) consisting S1 (30 ppm) and S2 (90 ppm). The combination of the two factors resulted in 30 experimental units. The Characters observed were: plant height, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, root lenght, root volume, bulb fresh weight, bulb dry weight, number of bulb and bulb diameter. The results showed that 1) increation of sulphur had no effect on all observed variety; 2) shallot variety had different plant height, number of leaves, root volume and number of bulb; 3) there isn’t any interaction between shallot variety and sulphur in all observed variable; 4) there isn’t any shallot variety that show best growth and yield responses on sulphur aplications.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save