Home
Login.
Artikelilmiahs
15539
Update
RIZKY ROSIANA DEWI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN BOBOT POTONG DENGAN UKURAN LINIER TUBUH SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) JANTAN DI TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN KABUPATEN PENGANDARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang dilaksanakan di Tempat Pemotongan Hewan Kabupaten Pengandaran, Jawa Barat, ini bertujuan untuk mengetahui ukuran linier tubuh dan bobot potong sapi Peranakan Ongole dan mempelajari hubungan keduanya. Materi penelitian yang digunakan adalah 50 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) jantan. Peubah yang diamati adalah panjang badan, lingkar dada, tinggi gumba, lebar pantat dan bobot potong. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan panjang badan, lingkar dada, tinggi gumba, lebar pantat, dan bobot potong berturut-turut adalah 122.14±7.08 cm, 164.88±7.48 cm, 129.56±6.31 cm, 30.02±2.77 cm, dan 342.46±28.58 kg. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang nyata (P<0,05) antara bobot potong dengan ukuran linier tubuh yang mengikuti persamaan Y= -253.498-0.037X1+3.823X2-0.093X3-0.596X4 dengan nilai r= 0.955 dan R2= 0.913. Uji “t” parsial menunjukkan adanya hubungan nyata (P<0.05) antara lingkar dada dengan bobot potong. Panjang badan, tinggi gumba dan lebar pantat berhubungan tidak nyata (P>0.05) dengan bobot potong. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bobot potong dengan ukuran linier tubuh. Jika dibandingkan dengan panjang badan, tinggi gumba dan lebar pantat, lingkar dada memiliki korelasi yang lebih baik dengan bobot potong.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research, which had been conducted at the Slaughterhouse of District Pangandaran, West Java, aims at investigating the linear measurements and slaughter weight of Peranakan Ongole cattle and determining its correlation. The materials used were 50 Peranakan Ongole bulls. The variables measured were their body length, heart girth, withers height, rump width and slaughter weight. The research method was survey. The results showed that the averages of body length was 122.14 (pm) 7.08 cm, heart girth was 164.88 (pm) 7.48 cm, withers height was 129.56 (pm) 6.31 cm, rump width was 30.02 (pm) 2.77, and slaughter weight was 342.46 (pm) 28.58 kg. The result of regression analysis showed that there was a correlation between slaughter weight and linear body measurements following a linear equation Y= -253.498-0.037X1+3.823X2-0.093X3-0.596X4 with r= 0.955 and R2= 0.913. The parsial “t” test showed a significant correlation (P<0.05) between chest girth and slaughter weight. Body length, withers height and rump width did not have any correlation (P>0.05) to slaughter weight. It can be concluded that there is a correlation between slaughter and with body linear measurements. Compared to body length, withers height and rump width, chest girth has a better corelation to slaughter weight.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save