Home
Login.
Artikelilmiahs
15524
Update
HARUM AULIA
NIM
Judul Artikel
LAMA DAN FREKUENSI RUMINASI SAPI BALI YANG DIBERI TEPUNG DAUN WARU DALAM RANSUM DENGAN IMBANGAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level optimum pemberian tepung daun waru dalam ransum sapi Bali dengan imbangan jerami padi dan konsentrat yang berbeda terhadap lama dan frekuensi ruminasi. Materi penelitian menggunakan 18 ekor Sapi Bali jantan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) umur ± 2 tahun dengan bobot badan awal rata-rata sebesar 287,56 ± 35,82 kg (KK:12,46%). Penelitian ini menggunakan pola faktorial 3 x 2 yang dirancang sesuai dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah level tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus), yaitu 0% (W1), 0,24% (W2), dan 0,48% (W3). Faktor kedua adalah imbangan jerami padi dan konsentrat, yaitu 40:60 (I1) dan 35:65 (I2). Dengan demikian, pola faktorial 3 x 2 menghasilkan kombinasi I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, dan I2W3 sebagai perlakuan. Sebagai kelompok perlakuan adalah bobot badan awal masing-masing, yaitu 247,33 ± 21,66 kg; 293,5 ± 15,64 kg, dan 321,83 ± 15,99 kg untuk kelompok I, II, dan III. Variabel yang diukur adalah lama dan frekuensi ruminasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aimed to investigate the influence and the optimum level of adding hibiscus leaf meal in Bali cattle rations with different proportions of rice straw to concentrate on their rumination durations and frequencies. The materials used in this study were eighteen male Bali cattle from East Nusa Tenggara aged two year old and whose initial body weight averaged 287.56 kg ± 35.82 kg (KK:12.46%). The research used 3x2 factorial design according to Randomized Block Design (RBD) where the first factor was the levels of hibiscus leaf meal (Hibiscus tiliaceus), i.e. 0% (W1), 0.24% (W2), and 0.48% (W3), and the second factor was the ratios of the straw dry matter to concentrate, i.e. 40:60 (I1) and 35:65 (I2). Therefore, this 3x2 factorial design resulted in I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, and I2W3 as the combined treatments. The blocks were the initial body weight of each cattle consisting of 247.33 ± 21.66 kg, 292.83 ± 14.81 kg and 322.50 ± 15.32 kg for Group I, II, and III respectively. The measured variables were the durations and frequencies of rumination. The data were analysed by an analysis of variance (ANOVA)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save