Home
Login.
Artikelilmiahs
15355
Update
LIA SETYARINI PAMUNGKAS
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SUB SEKTOR POTENSIAL INDUSTRI PENGOLAHAN DI KAUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010-2014
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul “Analisis Sub Sektor Industri Pengolahan di Kabupaten Banyumas Tahun 2010-2014”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sub sektor industri pengolahan yang termasuk ke dalam sektor basis di Kabupaten Banyumas, untuk menganalisis sub sektor industri pengolahan yang memiliki potensi untuk dapat dijadikan sub sektor dominan di Kabupaten Banyumas dari tahun 2010-2014 dan mendeskripsikan sub sektor industri pengolahan yang dominan berdasarkan kriteria pertumbuhan dan kriteria kontribusi di Kabupaten Banyumas dari tahun 2010-2014. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Untuk melakukan pengolaha data, dalam penelitian ini digunakan Software Microsoft Excel 2013. Berdasarkan hasil analisis Location Quotient (LQ) dari tahun 2010 sampai tahun 2014 yang teridentifikasi sebagai sub-sektor basis adalah adalah industri makanan dan minuman; industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki; industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya; industri barang galian bukan logam; industri kimia, farmasi dan obat tradisional. Sub sektor yang memiliki potensi untuk dapat dijadikan sub sektor dominan di Kabupaten Banyumas tahun 2010 sampai 2014 berdasarkan hasil analisis Overlay adalah industri makanan dan minuman; dan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled “Analysis of The Potential Sub-Sector of Processing Industries in Banyumas Year 2010-2014”is aimed at anlyzing the sub-sector processing industries that are included into the basic sectors, to analyze sub-sectors have a potential to be dominant sectors in Banyumas year 2010-2014 and to describe sub-sectors processing industries that are dominant based on growth criteria and contribution criteria in Banyumas from the year 2010-2014. The analytical methods that have been used for this research are the Location Quotient (LQ), the Growth Ratio Model (GRM) analysis, and the Overlay analysis. Based on the analysis of LQ from 2010 till 2014 that indentified as basis sub-sectors are food and beverage industry; leather, leather goods and footwear industry; timber industry, wood products and cork and wickerwork of bamboo, rattan and the like; nonmetallic mineral products industry; chemical, pharmaceutical and traditional medicine industry. Sub-sectors that have the potential to be used as the dominant sub-sector in Banyumas in 2010 to 2014 based on the analysis Overlay is the food and beverage industry; and leather, leather goods and footwear industry. As an implication, Banyumas government need to establish cooperation with the private sector in developing potential resources, especially food and beverage industry; and leather, leather goods and footwear to increase production competitiveness in order to contribute to economic growth in Banyumas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save