Home
Login.
Artikelilmiahs
15335
Update
PUTRI WULANDARI
NIM
Judul Artikel
LAMA DAN FREKUENSI MAKAN SAPI BALI YANG DIBERI TEPUNG DAUN WARU DALAM RANSUM DENGAN IMBANGAN JERAMI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara tepung daun waru dalam ransum sapi Bali dengan imbangan bahan kering (BK) jerami padi dan konsentrat yang berbeda terhadap lama dan frekuensi makan. Materi penelitian menggunakan 18 ekor Sapi Bali jantan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) umur ± 2 tahun, dengan bobot badan awal rata-rata 287,56 ± 35,82 kg (KK: 12,46%). Penelitian ini menggunakan pola faktorial 3x2 yang dirancang sesuai dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah level tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) yaitu 0% (W1), 0.24% (W2), dan 0.48% (W3). Faktor kedua adalah imbangan jerami padi dan konsentrat yaitu 40:60 (I1) dan 35:65 (I2). Dengan demikian, pola faktorial 3x2 menghasilkan kombinasi I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, dan I2W3 sebagai perlakuan. Sebagai kelompok perlakuan adalah bobot badan awal masing-masing yaitu 247.33±21.66kg, 293.5±15.64kg, dan 321.83±15.99kg untuk kelompok I, II, dan III. Variabel yang diukur adalah lama dan frekuensi makan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to assess the interaction between hibiscus leaf meal in Bali cattle’s diet with different ratio of dry matter (DM) of rice straw to concentrate and their feeding duration and frequency. The materials used in this study were eighteen male Bali Cattle from East Nusa Tenggara (NTT) aged two years old whose average initial body weight were 287,56kg±35,82kg (KK: 12,46%). The research used 3x2 factorial designed according to Randomized Block Design (RBD). The first factor was the level of hibiscus leaf meal (Hibiscus tiliaceus) which were 0% (W1), 0.24% (W2), and 0.48% (W3). The second factor was DM ratio of the straw to concentrate which were 40:60 (I1) and 35:65 (I2). Therefore, the 3x2 factorial experiment formed a combination of I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, and I2W3 as the treatments. The treatment grouping was based on the cattle’s initial body weight which were 247,33±21,66kg, 292,83±14,81kg and 322,50±15,32kg for group I, II, and III, respectively. The variables measured were the duration and frequency of feeding. The data were analysed by analysis of variance and followed by Honestly Significant Difference Test (HSD).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save