Home
Login.
Artikelilmiahs
15163
Update
E.LINGGA JATIPERMANA
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI PEMASARAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) EMPING MELINJO (Studi kasus di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Tuk merupakan salah satu daerah sentra penghasil emping melinjo di Kabupaten Cirebon. Jumlah perajin di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon sebanyak 61. Perajin emping melinjo memproduksi emping melinjo setiap bulannya sebesar 5.552,6 kilogram. Emping melinjo dijual oleh perajin melalui pedagang perantara yang ada di Cirebon, Majalengka dan Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi saluran pemasaran emping melinjo di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, (2) Menganalisis besar marjin pemasaran dan farmer’s share emping melinjo pada setiap lembaga pemasaran (3) Mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis. Penelitian dilakukan di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon dengan sasaran perajin emping melinjo dan pedagang perantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel perajin emping melinjo menggunakan metode Simple Random Sampling. Jumlah perajin yang menjadi responden sebanyak 25 orang dan pengambilan sampel pedagang perantara emping melinjo menggunakan metode snowball sampling diperoleh sebanyak 11 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 3 saluran pemasaran emping melinjo di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, (2) Marjin pemasaran emping melinjo di Desa Tuk pada setiap saluran pemasaran yaitu: Saluran pemasaran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp 10.991/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp 5.183/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp 7.000/kg, (3) Farmer’s share terbesar terdapat pada saluran II dengan persentase sebesar 87,48 persen. Persentase biaya terkecil terdapat pada saluran III sebesar 69,06 persen. Persentase keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran III sebesar 30,93 persen. (4) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis diketahui saluran pemasaran emping melinjo yang paling efisien terdapat pada saluran III, karena memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil dan indeks efisiensi ekonomis terbesar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tuk village is one of the emping melinjo central producer area in Cirebon. The number of crafter in tuk village, Kedawung District of Cirebon Regency are 61 persons. Emping melinjo crafter producer 5.552,6 kilogram of melinjo every month. Emping melinjo is sold by, crafter to the middlemen in Cirebon, Majalengka and Bandung. The purpose of the study are to: (1) Identify the marketing channels of emping melinjo in Tuk village, Kedawung District of Cirebon Regency. (2) Analyze the large marketing margin of emping melinjo farmer’s share in any marketing agencies and (3) Determine the most efficient marketing channels based on technical efficiency and economical efficiency. The study was conducted in Tuk village, Kedawung District of Cirebon Regency of targeted research farmers and middlemen. The method used was a survey design, and sampling of emping melinjo farmers use a Simple Random Sampling. The number of crafter who responded to as many as 25 people and sampling emping melinjo middlemen obtained using Snowball Sampling as many as 11 people. Data were analyzed by descriptive analysis, marketing marjin, farmer’s share, and technical-economic efficiency analysis. The result showed that: (1) there are 3 marketing channel of emping melinjo in Tuk village, Kedawung District of Cirebon Regency, (2) Emping melinjo’s marketing marjin in Tuk village in each channel are: Rp 10.991/kg at channel I, Rp 5.183/kg at channel II, and Rp 7.000/kg at channel III, (3) the 2nd marketing channel has 87,48 percent o armer’s share as the greatest one. The smallest price in channel III is 69,06 percent. The greatest marketing profit was channel III is 30,93 percent, (4) Based on the value of the index of technical efficiency and economic efficiency, the most efficient marketing channels for emping melinjo are on the third line because it has the smallest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save