Home
Login.
Artikelilmiahs
15094
Update
IRA DESTIA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN PADA PASIEN LANSIA DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Lansia mengalami penurunan fisik ataupun psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan. Salah satu kecemasan yang dialami lansia adalah kecemasan terhadap kematian. Lansia memiliki persepsi yang berbeda terhadap kematian. Persepsi tersebut salah satunya dapat dipengaruhi oleh spiritualitas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan kecemasan terhadap kematian pada pasien lansia di RSUD Gunung Jati Cirebon. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spiritual Involvement and Belief Scale Revised Version (SIBS-R) dan Death Anxiety Scale Templer (1970). Besar sampel adalah 53 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil : Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (64,2%), berpendidikan rendah (81,1%), tidak bekerja (60,4%), dan berstatus kawin (79,2%) dengan usia minimum 56 dan maksimum 81. Mayoritas spiritualitas yang dimiliki responden adalah tinggi (84,9%), sedangkan mayoritas kecemasan terhadap kematian yang dimiliki responden adalah rendah (81,1%). Uji fisher pada spiritualitas menunjukkan p value 0,004. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecemasan terhadap kematian pada pasien lansia di RSUD Gunung Jati Cirebon. Semakin tinggi spiritualitas lansia maka kecemasan terhadap kematian semakin rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Elderly decreased physically or psychologically that can cause anxiety. One of the anxiety experienced by the elderly is death anxiety. Elderly has different perception about the death. The perception can be influenced by the spirituality. Objective: The aim of this research is to know the correlation between spirituality level and death anxiety on elderly patients in RSUD Gunung Jati Cirebon. Methods: This research was a quantitative with cross sectional approach. Sampling used purposive sampling technique. The sample size was 53 respondents who fill the inclusion criteria. An instrument used in this research was a Spiritual Involvement and Belief Scale Revised Version (SIBS-R) and Death Anxiety Scale Templer (1970). The data analysis was using Fisher test. Results: The majority of respondents are male (64,2%), low educated (81,1%), unemployed (60,4%), and married (79,2%) with 56 on minimum and 81 maximum age. The majority of spirituality of the respondents was high (84,9%), then the majority of death anxiety which’s owned was low (81,1%). Fisher test to the spirituality shows p value 0,004. Conclusion: There was a correlation between spirituality level and death anxiety on elderly patients in RSUD Gunung Jati Cirebon. The higher elderly spiritual level was the lower death anxiety. Keywords: death anxiety, elderly, spirituality.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save