Home
Login.
Artikelilmiahs
14934
Update
ZAHRO ROHAYATI
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN MIKROALGA Botryococcus sp. YANG DIKULTUR PADA MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TINGKAT PENGENCERAN BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Botryococcus sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan karena dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pertumbuhan Botryococcus sp. dipengaruhi oleh nutrisi, suhu, intensitas cahaya dan salinitas media. Botryococcus sp. dapat hidup dalam limbah tapioka cair, namun limbah cair tapioka masih sangat pekat, sehingga dibutuhkan pengenceran untuk meningkatkan intensitas cahaya yang masuk ke media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengenceran yang berbeda pada media limbah cair tapioka terhadap pertumbuhan mikroalga Botryococcus sp. dan menentukan tingkat pengenceran yang dapat menghasilkan pertumbuhan Botryococcus sp optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan adalah tingkat pengenceran limbah cair tapioka dari 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Parameter utama yang diukur adalah pertumbuhan Botryococcus sp. dihitung dengan menggunakan haemositometer, sementara parameter pendukung seperti suhu, salinitas, pH, intensitas cahaya, CO2 bebas, serta nitrat dan fosfat dalam medium limbah tapioka cair. Hasil analisis ragam menunjukkan tingkat pengenceran pada media tapioka limbah cair tapioka menghasilkan pertumbuhan Botryococcus sp. yang sama. Pengenceran 20% menghasilkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebanyak 216.666,7 individu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Botryococcus sp. is one kind of microalgae which has big potential to be cultivated because it can be used as ingredients of fuel. Growth of Botryococcus sp. influenced by nutrients, temperature, light intensity and salinity of the medium. Botryococcus sp. can live in tapioca liquid waste, but it is very concentrated, so required dilution to increase the intensity of the light that comes into the media. The purpose of this study was to determine the effect of different dilutions of tapioca liquid waste culture medium to the growth of microalgae Botryococcus sp. and determine the level of dilution that can generate optimal growth of Botryococcus sp. This research used experimental method with a completely randomized design (RAL). The treatment is tapioca liquid waste dilution rate of 0%, 10%, 20%, 30%, 40% and 50%. The main parameters measured is growth Botryococcus sp. calculated using a haemocytometer, while supporting parameters such as temperature, salinity, pH, light intensity, CO2 free, as well as nitrate and phosphate in the tapioca liquid waste medium. Results of analysis of variance showed that the degree of dilution on tapioca liquid waste medium produced same growth. Dilution of 20% resulted in the highest growth there was 216.666,7 cells.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save