Home
Login.
Artikelilmiahs
14924
Update
YANI YULIANI
NIM
Judul Artikel
VARIASI SEKUENS DNA YANG DIAMPLIFIKASI MENGGUNAKAN PRIMER atpB-rbcL PADA BEBERAPA KULTIVAR KACANG TANAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang tanah merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup banyak dikonsumsi di Indonesia. Spesies ini memiliki beberapa kultivar, diantaranya Kancil, Bison, Jerapah, Talam, dan Tuban. Beranekaragamnya kultivar kacang tanah mendorong diperlukannya penelitian mengenai variasi genetik dan hubungan kekerabatan genetik di antara kultivar tersebut menggunakan marka molekuler tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya variasi sekuens DNA pada beberapa kultivar kacang tanahyang diamplifikasi menggunakan primer atpB-rbcL serta melihat hubungan kekerabatan beberapa kultivar kacang tanah berdasarkan sekuens hasil amplifikasi tersebut. Tahapan metode yang dilakukan terdiriatas isolasi DNA genomik menggunakan metode CTAB, amplifikasi sekuens DNA menggunakan primer atpB-rbcL, dan sekuensing produk amplifikasi. Data hasil sekuensing disunting secara manual menggunakan piranti lunak Bioedit versi 7.0.4.1. Penjajaran sekuens dilakukan menggunakan ClustalW, yang juga diimplementasikan dalam piranti lunak Bioedit versi 7.0.4.1. Program Arlequin 2.0 digunakan untuk menghitung keanekaragaman nukleotida . Analisis filogenetik dilakukan menggunakan Maximum Parsimony dan yang ada di dalam piranti lunak MEGA 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sekuens beberapa kultivar kacang tanah yang diamplifikasi menggunakan primer atpB-rbcL sangat tinggi. Sementara itu, hubungan kekerabatan antarkultivar cukup dekat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Peanut is one of food crops commonly consumed in Indonesia. This species comprises several cultivars such as Kancil, Bison, Jerapah, Talam, and Tuban, each of which has its individual advantages and disadvantages. The vast variation among peanut cultivars leads to the need of study on genetic diversity and relationship among them using particular molecular marker. This study aims to see whether variation on DNA sequences among some peanut cultivars amplified with atpB-rbcL primers exists or not and to know the relationship among the cultivars based on the amplicon sequences. The method involves some sequential steps, i.e. genomic DNA isolation using CTAB protocol, amplification of DNA sequence using atpB-rbcL primers and sequencing of the amplification products. Data on sequences were edited manually using Bioedit version 7.0.4.1. Sequence alignment was performed using ClustalW, which is also implemented in Bioedit version 7.0.4.1. Arlequin 2.0 was used to calculate nucleotide diversity . Phylogenetic analysis was performed using Maximum Parsimony in MEGA 5.0. The results showed that considerably high variation in DNA sequences of some peanut cultivars amplified with atpB-rbcL primers are observed. On the other hands, very close genetic relationship among cultivars is found.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save