Home
Login.
Artikelilmiahs
14793
Update
ADAM TAUFIK HULAIMIE
NIM
Judul Artikel
Efisiensi Pemasaran Beras Hitam Produksi Kelompok Tani Rukun Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Yogyakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Pakembinangun merupakan salah satu daerah penghasil beras hitam organik. Beras hitam sendiri memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga jual yang tinggi menjadikan beras hitam memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan petani. Penelitian pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Yogyakarta bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran (2) Menghitung besar margin pemasaran pemasaran total pada setiap saluran pemasaran (3) Menghitung bagian harga yang diterima petani, total persentase biaya, dan total keuntungan yang diterima pada setiap saluran pemasaran beras hitam (4) Menganalisis tingkat efisiensi pemasaran secara teknis dan ekonomis beras hitam produksi Kelompok Tani Rukun. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015, dengan sasaran penelitian petani yang tergabung pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun serta pedagang beras hitam produksi Kelompok Tani Rukun. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Penentuan responden untuk petani menggunakan metode sensus terhadap 30 orang dan 4 orang pedagang menggunakan metode snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, margin pemasaran, farmer’s share, keuntungan pemasaran dan efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 2 saluran pemasaran beras hitam produksi Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun yaitu saluran 1, Petani → Pedagang Besar → Agen→ Konsumen dan Saluran 2, Petani → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. (2) Marjin pemasaran total pada saluran 1 sebesar Rp14.762 dan pada saluran 2 sebesar Rp12.469 (3) Farmer’s share pada saluran pemasaran I sebesar 39,77 persen sedangkan pada saluran pemasaran II sebesar 45,23 persen. Total Persentase biaya pemasaran yang diterima pada saluran I sebesar 20,46 persen dan pada saluran II sebesar 25,53 persen. Total keuntungan pemasaran pada saluran I sebesar Rp11.741 dan pada saluran II sebesar Rp10.369. (4) berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis, belum terdapat saluran pemasaran yang efisien dalam proses pemasaran beras hitam produksi petani Desa Pakembinangun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pakembinangun Village is one of the producers of organic black rice, which has a considerably high economic value. The high selling price of black rice comes with the opportunity to increase the amount of its farmer’s income. The objectives of the research that has been conducted to the Rukun Farmers Group at Pakembinangun Village, Pakem, Yogyakarta are: (1) to know the marketing channels (2) to calculate the margin that could be obtained from respective marketing channel (3) to find out the percentage of margin that would be obtained by the farmer, total cost percentage, and total profit that is received through every black rice marketing channel (4) to analyse the level of marketing efficiency both technically and economically for the black rice produced by Rukun Farmers Group. The research was conducted from September to October 2015 with farmers and black rice sellers who belong to the Rukun Farmers Group in Pakembinangun Village as its research subjects. The data was collected through observation and interview. Sampling of farmer respondents was conducted through a census method to 30 farmers, while the sampling of seller respondents was conducted through the snowball sampling methodology to 4 sellers. The data was analysed using descriptive analysis, marketing margin, farmer’s share, marketing profit, and technical and economical efficiency. The result of the research has shown that: (1) there are two marketing channels for the black rice produced by Rukun Farmers Group in Pakembinangun Village, namely: Channel 1, Farmer → Wholesaler → Agents → Consumer; and Channel 2, Farmer → Wholesaler → Retailer → Consumer. (2) The total marketing margin in Channel 1 is Rp.14,762 and in Channel 2 is Rp.12,469 (3) Farmer’s share in Channel 1 is 39.77%, while in Channel 2 is 45.23%. Total marketing expense percentage that is obtained on Channel 1 is 20.46% while on Channel 2 is 25.53%. Total marketing profit on Channel 1 is Rp11,741 and on Channel 2 is Rp10,369. (4) According to the technical and economical efficiency indexes, there has not been any marketing channel that is efficient enough to be used to market black rice produced by Pakembinangun Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save