Home
Login.
Artikelilmiahs
14759
Update
ASEP SETIADI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KONTRASTIF KLAUSA VERBAL PASIF DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA SUNDA (TINJAUAN SINTAKSIS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahsa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif, data penelitian ini berupa klausa yang mengandung verba pasif baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik sadap dan tenik catat. Penelitian ini menggunakan metode struktural dan agih sebagai metode analisis data. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Persamaan konstruksi klausa verbaa pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (16 data) dan (20 data). Kemudian, perbedaan konstruksi klausa verba pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (14 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya. Bentuk persamaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dengan pembagian prefiks di- dengan di-, konfiks di-kan (BI) dengan di-keun (BS), konfiks di-i (BI) dengan di-an (BS) dan bentuk pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks ter- (BI) dengan ti- (BS), prefiks ter- (BI) dengan ka- (BS), dan konfiks ter-i (BI) dengan ka-an (BS). Bentuk perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dan pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks di- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an dan di-+-keun (BS), prefiks diper- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), prefiks di- (BI) sepadan dengan konfiks di-+-i (BS), prefiks ter- (BI) sepadan dengan konfiks ka-+-i (BS), kombinasi afiks di-kan (BI) sepadan dengan prefiks di- (BS), kombinasi afiks ter-i (BI) sepadan dengan prefiks ka- (BS), kombinasi afiks di-i (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), kombinasi afiks dengan pola berbeda diper-kan (BI) dengan di-+-keun (BS), dan prefiks ter- (BI) sepadan dengan sufiks –eun (BS).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study entitled " Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahsa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)". The purpose of this study is to describe the similarities and differences in the construction of passive verbal clause in Indonesian and Sundanese. This research is a descriptive qualitative and contrastive analysis, this research data in the form of clauses that contain a passive verb both in Indonesian and Sundanese. Methods of data collection in this study using techniques refer to that realized by tapping and notes. This study uses structural and agih as a method of data analysis with the basic technique, which is a technique bagi or pilah and lanjutan technique, balik technique and ganti techniques. Based on the analysis and discussion can be summarized as follows. Equation construction verbaa passive clauses in Indonesian and Sundanese, clause (16 data) and (20 data). Then, the difference in construction passive verb clauses in Indonesian and Sundanese, clause (14 data), as compared with language translation. The equation is the construction of passive verbal clause in Indonesian and Sundanese language can be divided into two forms, namely passive canonical with di- prefixes division was di-, konfiks di-kan (BI) with the di-keun (BS), konfiks di-i (BI) with the di-an (BS) and passive form other with the division happened with ter- (BI) prefix and ti- (BS), prefixes ter- (BI) with ka- (BS), and konfiks ter-i (BI) with ka-an (BS). The differences verbal clause passive construction in Indonesian and Sundanese language can be divided into two forms, namely passive kanonis forms and other forms of passive prefixes di- (BI) was commensurate with the combination of affixes di-+-an and di-+-keun (BS), prefixes diper- (BI) commensurate with the combination of affixes di-+-an (BS), prefixes di- (BI) prefixes be commensurate with konfiks di-+-i (BS), prefixes ter- (BI) commensurate with konfiks ka-+-i (BS), a combination of di-kan (BI) affix commensurate with the prefixes di- (BS), affix combinations ter-i (BI) commensurate with the prefix ka- (BS), affix combinations of di-i (BI) with a combination of affixes di-+-an (BS), affix combination with different patterns diper-kan (BI) with di-+-keun (BS), and prefixes ter- (BI) commensurate with the suffix –eun (BS).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save