Home
Login.
Artikelilmiahs
14717
Update
MARSYA KEMALA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Distribusi Anggrek Epifit di Kebun Raya Baturraden Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keberadaan anggrek seringkali terancam kepunahan yang dapat disebabkan oleh kerusakan alam. Selain itu, pengambilan anggrek secara terus menerus dari alam tanpa mempertimbangkan kelestariannya dapat mengancam kepunahan anggrek sehingga dapat menjadi dasar konservasi di Kebun Raya Baturraden Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan di Kebun Raya Baturraden Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dikelompokkan ke dalam 3 kelas ketinggian tempat dengan interval 100 m di atas permukaan laut, yakni ketinggian 700-800 m dpl, >800-900 m dpl, dan >900 m dpl. Pada setiap kelas ketinggian tempat dibuat kuadrat ukuran 50 m x 40 m sebanyak 5 buah kuadrat yang ditempatkan secara purposive (searah dengan naiknya ketinggian tempat). Variabel yang diamati meliputi ketinggian. Parameter struktur vegetasi anggrek yang diukur terdiri atas jumlah jenis dan jumlah individu masing-masing jenis anggrek epifit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Indeks Kemerataan Komunitaas (e’). Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Shannon Wienner, Indeks Persebaran Morishita, dan Indeks Kesamaan Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap jumlah jenis dan jumlah individu anggrek. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi di ketinggian >900 m dpl dan >800-900 m dpl yaitu Bulbophyllum angustifolium, sedangkan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi di ketinggian 700-800 m dpl yaitu Mycaranthes iridifolia. Tingkat keanekaragaman jenis pada setiap ketinggian sedang. Pola persebaran anggrek epifit pada setiap ketinggian mengelompok, dan tingkat kesamaan spesies pada setiap ketinggian sangat mirip dengan nilai kesamaan spesies antara 77%-90%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The existence of orchids often endangered caused by damage of nature. Furthermore, in addition of orchid collection continuously from nature without taking any consideration of sustainability can cause the extinction of orchids because of that, it can be the reason of basic conservation at the Baturraden Botanical Gardens Kabupaten Banyumas. The experiment was conducted at the Baturraden Botanical Gardens Banyumas. The experiement used a survey method. The location of experiment was grouped into three classes altitude intervals of 100 m above sea level, the altitude of 700-800 m above sea level, >800-900 m above sea level, and >900 m above sea level. At each elevation class, squares was made with size 50 m x 40 m, 5 pieces of squares placed purposive (in line with altitude increasing). The observed variables include elevation. Parameters measured orchid vegetation structure consists of a number of species and number of individuals of each species of epiphytic orchids. Data were analyzed using the Community Equity Index (e’), Importance Value Index, Shannon Wienner Diversity Index, Morishita Distribution Index, and Sorensen Similarity Index. The results showed that the altitude effect on the number of species and number of individuals orchids. The results of experiement were analyzed with Importance Value Index in the highest altitude >900 m and >800-900 m is Bulbophyllum angustifolium, while the Importance Value Index in the highest altitude of 700-800 m above sea level that is Mycaranthes iridifolia. Diversity level types at any height is moderate. The pattern of distribution of epiphytic orchids at any height that is clustered, and the degree of similarity of species at any height that is very similar with the species similarity value between 77%-90%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save