Home
Login.
Artikelilmiahs
14699
Update
AULIA HIDAYATI
NIM
Judul Artikel
PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM BERAT MELALUI THE EXTRAORDINARY CHAMBERS IN THE COURTS OF CAMBODIA (Studi tentang Kasus Kejahatan Kemanusiaan Khmer Merah 1975-1979)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Khmer Merah berhasil meraih kekuasaan di Kamboja dengan menggulingkan pemerintahan Lon Nol pada 17 April 1975. Rezim Khmer Merah melakukan pembantaian besar-besaran terhadap rakyat Kamboja. Kasus kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Khmer Merah terjadi pada tahun 1970-an, namun akibat yang ditimbulkan oleh kekuasaan rezim tersebut masih menyisakan penderitaan terhadap para korban. Menanggapi hal tersebut pemerintah Negara Kamboja bersama-sama dengan PBB bersepakat untuk membentuk The Extraordinary Chambers in The Courts of Cambodia (ECCC). ECCC merupakan salah satu lembaga peradilan campuran antara unsur nasional dan unsur internasional, lembaga peradilan ini kemudian dikenal dengan istilah hybrid court. Lembaga peradilan ECCC secara khusus didirikan untuk mengadili para pemimpin Khmer Merah atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan antara tahun 1975-1979. Tujuan yang hendak dicapai adalah agar pembaca dapat mengetahui penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat melalui the Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia (ECCC) di Kamboja. Tipe penelitian ini adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, yaitu dengan pendekatan melalui peraturan perundang-undangan serta perjanjian internasional dan pendekatan analitis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pembentukan hybrid court bersifat kasuistis yang bergantung pada situasi dalam tiap kasus. Secara garis besar, dapat dikatakan bahwa pengadilan campuran dibentuk dengan dua bentuk, yaitu melalui permintaan dari negara tempat kejadian perkara yang diteruskan dalam bentuk perjanjian dan dengan membentuk regulasi atau peraturan yang dibuat oleh perwakilan dari PBB (Transitional Administration) yang ada dalam negara tersebut. Hukum yang digunakan pun merupakan hukum campuran antara hukum nasional negara tersebut dengan hukum internasional yang berlaku. Pada ECCC mekanisme peradilan yang berlaku untuk pelanggaran HAM Berat di Kamboja dari 17 April 1975 hingga 6 Januari tahun 1979 terbagi menjadi tiga tingkatan peradilan, Pre-Trial Chamber, Trial Chamber, serta Supreme Court Chamber. ECCC hingga saat ini sudah berhasil menghukum tiga terdakwa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Red Khmer managed to control Cambodia with overthrow the Lon Nol government on April 17, 1975. The Red Khmer regime was doing a great massacre against the people of Cambodia. Crimes against humanity committed by the Khmer Rouge occurred in the 1970s, but the consequences caused by the regime’s power is still leaving the suffering of the victims. Responding to the matter the Government of Cambodia together with the United Nations agreed to establish the Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia (ECCC). ECCC is one of the elements of the judiciary mix between national and international elements, the judiciary was then known as the Hybrid Court. ECCC judicial institution specifically established to prosecute the Red Khmer leaders for crimes against humanity committed between 1975-1979. The purpose is to make the readers know the settlement of serious human rights offense by the Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia (ECCC) in Cambodia. This type of research is juridical-normative with the approachment of the statutes through the national provisions and also the international conventions and analytical approach. According to the result of the research, it shows that establishment of the hybrid court is casuistry depending on the circumstances in each case. Broadly speaking, it can be said that the court was formed by a mixture of two forms, namely through a request from the state crime scene forwarded in the form of the agreement and to establish regulations or rules made by the representatives of the United Nations that exist in the country. The law that used was a mixture between national laws and international laws. In the ECCC judicial mechanism that applicable to human rights violations in Cambodia on 17 April 1975 to 6 January 1979 is divided into three levels of the judiciary, the Pre-Trial Chamber, Trial Chamber and Supreme Court Chamber. ECCC until now has been successfully convicted the three defendants. Keywords: crimes against humanity, hybrid court, the Red Khmer, and ECCC.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save