Home
Login.
Artikelilmiahs
14696
Update
NOVANDI ISMAIL
NIM
Judul Artikel
Penurunan Nilai COD dan BOD Pada Limbah Tahu Menggunakan Arang Aktif Eceng Gondok
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan arang aktif yang berbahan dasar eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan arang aktif dari eceng gondok untuk menurunkan kandungan COD dan BOD pada limbah cair tahu dengan variasi berat dan waktu kontak. Proses pembuatan arang aktif eceng gondok dengan cara direndam dengan larutan NaCl 16% (b/v) dan dikarbonisasi dengan suhu 300oC selama 70 menit. Dalam penelitian ini diamati penurunan kadar COD dan BOD dengan variasi berat arang aktif (10, 15, dan 20 g) dan waktu kontak (1, 12, 24, 36, dan 48 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif eceng gondok dapat menurunkan kadar COD dan BOD pada kondisi berat optimum 20 g dan waktu kontak 48 jam. Penurunan kadar COD yang diperoleh yaitu dari 2944 mg/L menjadi 24 mg/L atau mengalami penurunan sebesar 99,19%, sedangkan penurunan kadar BOD yang diperoleh yaitu dari 875,34 mg/L menjadi 66,60 mg/L atau mengalami penurunan sebesar 92,39%. Kadar COD dan BOD pada limbah tahu sesudah pengolahan telah memenuhi standar baku mutu menurut Perda Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research has been conducted using activated carbon made from water hyacinth . This research aims to determine the ability of activated carbon from water hyacinth to reduce the content of COD and BOD in variations of weight and contact time.The process of making activated carbon water hyacinth by soaking with a solution of NaCl 16% (w/v) and carbonized at a temperature of 300oC for 70 minutes. The observation was decreasing levels of COD and BOD with weight variation activated carbon (10, 15 and 20 g) and contact time (1, 12, 24, 36, and 48 hours). Results of the study showed that activated carbon from water hyacinth could reduce the levels of COD and BOD in weight optimum of 20 g and a contact time of 48 hours. Decreasing levels of COD was obtained from 2944 mg/L to 24 mg/L or decreasing was 99.19%, while the reduction in BOD levels was obtained from 875.34 mg/L to 66.60 mg/L or the decreasing was 92.39%. The levels of COD and BOD in waste out after the treatment is fullfil the quality standard for waste water based on Perda Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save