Home
Login.
Artikelilmiahs
14507
Update
UHTIE AHYA HAMIDAH
NIM
Judul Artikel
Manajemen E-government melalui E-office di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
E-office merupakan wujud adanya suatu kebijakan di bidang teknologi di Kabupaten Banyumas. E-office dibuat karena adanya keinginan untuk menciptakan keseragaman format surat, selain itu e-office dijadikan sebagai lembar kerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). E-office dalam pelaksanaannya masih terkendala oleh beberapa hal mulai dari rencana yang molor target, sumber daya manusia yang kurang berkompeten, serta para pegawai tidak menggunakan e-office sesuai dengan petunjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan yakni teknik purposive sampling. Lokasi penelitian ini di Kabupaten Banyumas tepatnya di kantor Bidang Kominfo, Bappeda, BLH, Kesbangpolinmas, Dinpertanbunhut, Dindik dan Dinsosnakertrans. Sasaran pada penelitian ini antara lain: Kepala Bidang Kominfo, Kepala seksi Telematika Pos dan Telekomunikasi, Kepala dan Admin e-office Bappeda, Kepala dan admin e-office Kesbangpolinmas, Kepala dan admin e-office Dinsosnakertrans, Kepala dan admin e-office BLH, Admin e-office Dinpertanbunhut, dan Admin e-office Dindik. Fokus penelitian ini yaitu manajemen e-Government melalui e-office di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan manajemen milik Newman, yakni terdapat lima fungsi antara lain: planning, organizing, assembling of resources, directing dan controlling.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama dilihat dari planning, rencana peningkatan partisipasi yakni dengan melibatkan absensi elektronik namun dalam praktiknya masih terganggu oleh jaringan, adaptasi sistem dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan, relevansi sistem selalu berkembang mengikuti kebutuhan, namun dalam perencanaan tersebut belum ada standar pelaksanaan yang jelas. Kedua organizing, kurangnya tenaga teknis IT berakibat pada pembagian tugas yang berat serta belum idealnya struktur organisasi pada Bidang Kominfo. Ketiga assembling of resources, jumlah tenaga teknis yang dibutuhkan masih kurang, kemampuan pengguna e-office tidak merata, dan dana yang dibutuhkan masih kurang. Keempat directing, secara internal maupun eksternal dilakukan rutin oleh Bidang Kominfo, baik tertulis maupun langsung melalui Rapat Koordinasi. Kelima controlling, yakni hanya dilakukan melalui sistem e-office oleh Bidang Kominfo kepada SKPD dan belum adanya punishment yang diberlakukan. Sehingga dapat diketahui bahwa Manajemen e-government pada aspek planning, organizing, assembling of resources, directing dan controlling di Kabupaten Banyumas belum baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
E-office is a formed of a policy in technology sector in Banyumas Regency. E-office was made because there was a will to create the same letter format, be side e-office was made as the worksheet in Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). E-office practice is still constrained by several factors from a lost targets of plan, lack competent of human resources and employees do not use e-office in accordance with the instructions. This reasearch used descriptive qualitative approach with the informant selection technique is purposive sampling. This research location in Banyumas Regency, there are Bidang Kominfo office, Bappeda, BLH, Kesbangpolinmas, Dinpertanbunhut, Dindik dan Dinsosnakertrans. Informan of this research are Head of Kominfo sector, Head of seksi Telematika Pos dan Telekomunikasi, Head and Admin e-office of Bappeda, Head and admin e-office of Kesbangpolinmas, Head and admin e-office of Dinsosnakertrans, Head and admin e-office of BLH, Admin e-office of Dinpertanbunhut, dan Admin e-office Dindik. This reasearch focused on E-government Management by E-office in Banyumas Regency. This research adopt management approach by Newman which used five aspects of the planning, organizing, assembling of resources, directing and controlling. The research showed that first, can being seen from the planning of increasing participation by involving electronic existance but practically is still troubled by the network, system adaptation by training needed and mentoring, relevance of the system always increases following the needs but in that plan, there is no exact implementation standard. Second, the organizing, IT technical personnel is less needed caused to heavy duty, also the unideal the organization structurein the sector of Kominfo. Third assembling of resources the less amount of the technical personnel, the ability of e-office users is not well spread, the funds needed is still less. Fourth directing internally and externally is done routinely, written or directly by coordination meeting. Fifth, controlling is only done trough e-office system and there is no punishment apllied yet. E-Government management with the aspects of planning, organizing, assembling of resources, directing and controlling in Banyumas is not right yet.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save