Home
Login.
Artikelilmiahs
14504
Update
PRIMA RIZA KADAVI
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN ANALISIS TEGASAN PURBA (PALEOSTRESS) DAERAH BANTARKAWUNG DAN SEKITARNYA, KECAMTAN BANTARKAWUNG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Serayu Utara khususnya di daerah penelitian yang merupakan tinggian Bumiayu area memiliki struktur geologi yang khas karena memiliki pola struktur yang dihasilkan dari kegiatan tektonik dan Implikasi dari sesar utama pulau Jawa yaitu sesar Cilacap-Pamanukan. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa daerah penelitian memiliki 7 satuan batuan yang diurutkan berdasarkan hukum stratigrafi. Urutan satuan batuan dari tua ke muda yaitu satuan batulempung-batupasir A, satuan batupasir-batulempung, satuan breksi vulkanik, satuan batulempung, satuan batulempung-batupasir B, satuan intrusi andesit, dan yang terakhir satuan endapan alluvial. Untuk mengetahui polategasan yang merupakan hasil dari tektonik, maka dilakukan analisis tipe tensor tegasan yang kemudian dilakukan inversi tegasan menggunakan perangkat lunak “Win Tensor 5.0.7.” dengan menggunakan metode optimisasi rotasi (MOR). Data yang digunakan dalam inversi tegasan berupa data shear fracture yang berjumlah 2040 shear fracture. Hasil inversi tegasan menunjukkan 4 urutan tegasan dalam 3 peristiwa deformasi tektonik dan vulkanik, yaitu Fase I arah tegasan maksimum NW-SE (N146oE) rezim tegasan extensional strike-slip, Fase II arah tegasan maksimum N-S (N8oE) rezim tegasan compressional strike-slip, Fase II arah tegasan maksimum NE-SW (N45°E) rezim tegasan pure strike slip, dan Fase IV merupakan fase yang terakhir memiliki arah tegasan maksimum W-E (N94oE) rezim tegasan compressional strike-slip. Fase I dan II merupakan tegasan hasil akibat tektonik kala Miosen akhir berupa sesar Cilacap-Pamanukan. Fase III merupakan tegasan hasil kegiatan tektonik pada kala Pliosen berupa rotasi Sundaland. Fase IV merupakan tegasan hasil vulkanisme Gunung Slamet berupa inflasi, deflasi, dan tektonik gravitasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
North Serayu in particular research areas which is Bumiayu hill has a unique structural geology because it has structure pattern resulted by tectonic and implication of Cilacap-Pamanukan fault. Based on that data we had know that research area has 7 lithologies which arranged from oldest to youngest based stratigraphy law. The arranged from oldest to youngest on research area is Claystone-sandstone A unit, Sandstone-claystone unit, Volcanic breccias unit, Claystone unit, Claystone-sandstone B unit, Andesite intrusion, and Alluvial sediment. Analysis of the type stress tensor used for to know result pattern by tectonic, which then do by stress inversion with software “Win Tensor 5.0.7” based optimize rotation method. Data used in stress inversion is shear fracture data which had 2040 shear fracture data. Result of stress inversion indicated four sequence stress in three deformation events tectonic and volcanism, phase I stress horizontal maximum NW-SE (N146oE) regime extensional strike-slip, phase II stress horizontal maximum N-S (N8oE) regime compressional strike-slip, Phase III stress horizontal maximum NE-SW (N45oE) regime pure strike-slip, phase IV is the last phase stress horizontal maximum W-E (N94oE) regime compressional strike-slip. Phase I and II is due to the stress result Late Miocene epoch tectonic which is Cilacap-Pamanukan fault. Phse III is due to the stress result Pliocene epoch tectonic which is Sundaland rotation. Phase IV is due to the stress result Slamet mountain activity such as inflation, deflation, and gravity tectonic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save