Home
Login.
Artikelilmiahs
14339
Update
MUHAMMAD NASHIRUDDIN
NIM
Judul Artikel
PEMBENTUKAN VERBA BAHASA JAWA DI RANDUDONGKAL, PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berjudul “Pembentukan Verba Bahasa Jawa di Randudongkal, Pemalang” bertujuan mendeskripsikan proses morfologi dan pembentukan makna verba yang berasal dari kelas kata verba, nomina, adjektiva, dan adverbia bahasa Jawa yang digunakan di Randudongkal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik catat. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi usur langsung, dengan teknik lanjutan berupa teknik baca markah untuk membaca penanda pada data yang dianalisis. Metode yang digunakan dalam penyajian data adalah metode informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan verba dapat dilakukan melalui afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Reduplikasi dapat berbentuk reduplikasi penuh (dwilingga), reduplikasi dengan penggantian fonem (dwilingga salinswara), reduplikasi pada fonem awal (dwipurwa), dan reduplikasi dengan imbuhan afiks. Afiksasi dalam pembentukan verba memunculkan makna aktif, makna pasif, makna pasif tanpa sengaja, makna aktif oleh orang pertama tunggal, makna imperatif, makna benefaktif, makna repetitif, makna dalam hal, makna mengenakan, menggunakan, atau memainkan, dan makna bersikap seperti. Reduplikasi memunculkan makna aktif, makna aktif berulang-ulang, makna mengucapkan berulang-ulang, makna dengan aspek resiprokal, makna menggunakan, makna memainkan, makna dibuat menjadi bersifat, makna dianggap bersifat, dan makna menganggap seperti pada bentuk dasarnya. Adapun proses komposisi memunculkan mana kiasan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled “Verb Formation in Javanese Language in Randudongkal, Pemalang. This research aimed to describe the morphological process and the formation of verb meaning derived from word classes of verbs, nouns, adjectives, and adverbs in Javanese language used in Randudongkal. Data collection method used in this research was conversation method with written technique. The data collected was then analyzed with using distributional method with Immediate Constituent Analysis technique and continued by marker analysis to read the marker on the analyzed data. The method used in the data presentation was informal method. This research concluded that the formation of verb can be carried out through affixation, reduplication, and composition. Reduplication can be either full reduplication (dwilingga), reduplication by phoneme replacement (dwilingga salin swara), reduplication at the beginning phoneme (dwipurwa), and reduplicative affixes. Affixation in the formation of the verb raised active meaning, passive meaning, accidental passive meaning, active meaning by the first person singular, imperative meaning, benefactive meaning, repetitive meaning, meaning of things, meaning of wearing, using, or playing and meaning of being such. Reduplication brought active meaning, repetitive active meaning, meaning to say repeatedly, meaning with reciprocal aspect, meaning of playing, meaning of changing the state, and meaning of regarded as the basic form. The composition process led to figurative meaning.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save