Home
Login.
Artikelilmiahs
14290
Update
DZIKRINA NUR FATIMA
NIM
Judul Artikel
POTENSI LAMUN Cymodocea rotundata DAN Thalassia hemprichii SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI MICROFOULING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bakteri adalah organisme inisiator terjadinya biofouling dengan membentuk biofilm kompleks yang dikenal sebagai microfouling di suatu permukaan yang terendam di lingkungan perairan laut. Sampai saat ini sebagian besar teknik penanggulangan biofouling masih mengandalkan bahan antifoulant sintesis berupa cat yang mengandung bahan tributyltin dan mengandung logam berat (tembaga, seng). Bahan-bahan tersebut dapat bertindak sebagai racun dengan spektrum luas bagi organisme laut target dan non-target. Solusi alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan mencari potensi tumbuhan lamun sebagai sumber bahan baku antifoulant alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi penghambatan ekstrak lamun Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii terhadap pertumbuhan bakteri microfouling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapang dan eksperimental laboratorium. Penelitian lapang dilakukan untuk menjebak bakteri microfouling dan eksperimental laboratorium dilakukan dengan menguji penghambatan ekstrak lamun terhadap bakteri microfouling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun C. rotundata merupakan lamun yang lebih potensial dibandingkan dengan lamun T. hemprichii dalam menghambat pertumbuhan bakteri microfouling. Lamun C. rotundata memiliki lebar zona hambat yang lebih luas (2,6 mm) dan dapat menghambat 4 jenis bakteri microfouling dari 5 jenis yang diisolasi, sedangkan lamun T. hemprichii memilki lebar zona hambat yang lebih kecil (1,8 mm) dan hanya dapat menghambat 3 jenis dari 5 jenis bakteri microfouling.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bacteria is initiator organism of biofouling by forming a biofilm complex known as microfouling on a submerged surfaces in the marine environment. Recently, most biofouling prevention techniques have relied on synthetic antifoulant in the form of tributyltin or heavy metals (copper, zinc) based paints. Those compounds act as a broad spectrum toxins to target and non-target marine organisms. Alternative solution of that problem is to search for potential seagrass as the source of natural antifoulant. The study was conducted to determine the inhibition potency of Thalassia hemprichii and Cymodocea rotundata extracts against microfouling bacteria. Field study and laboratory experimental method were used in this research. Field study aimed to trap microfouling bacteria and laboratory experimental aimed to analyze inhibition of seagrass extracts against microfouling bacteria. The results showed that seagrass C. rotundata is more potential than seagrass T. hemprichii in inhibiting the growth of microfouling bacteria. Seagrass C. rotundata had wider zone of inhibition (2.6 mm) than T. hemprichii and was able to inhibit 4 microfouling bacterias out of 5 types that were isolated, while seagrass T. hemprichii had smaller zone of inhibition (1.8 mm ) and was able to only inhibit 3 types out of 5 types of microfouling bacteria.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save