Home
Login.
Artikelilmiahs
14065
Update
AJI SETIAWAN
NIM
Judul Artikel
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PROGRAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) PNPM MANDIRI PERDESAAN DI DESA KEDUNGWULUH KIDUL KECAMATAN PATIKRAJA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kemiskinan merupakan suatu masalah fenomenal sepanjang sejarah Negara Indonesia sebagai Negara kesatuan. Tidak ada persoalan yang lebih besar selain persoalan kemiskinan. Sejak awal tahun 1970 pemerintah Orde Baru telah mencanangkan berbagai program pembangunan pedesaan yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan kemiskinan yang ada di Indonesia. Pada tahun 2007 Pemerintah menciptakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Melalui program ini diharapkan seluruh elemen masyarakat termasuk dari pihak perempuan yang sering tersingkirkan dalam proses partisipasi dalam setiap program pemerintah. Focus dalam penelitian ini adalah (1) Proses partisipasi perempuan, (2) Faktor yang menghambat proses partisipasi perempuan. Pada proses partisipasi, aspek yang dikaji adalah pegambilan keputusan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program. Adapun aspek yang dikaji dalam factor yang menghambat adalah factor internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif serta menggunakan tekhnik purposive sampling dalam menentukan informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan sudah terlibat dalam berbagai tahapan partisipasi mulai dari perencanaan hingga pengembangan hasil program dalam program SPP PNPM Mandiri Perdesaan dalam bentuk tenaga, uang, waktu, serta pikiran dan dapat merasakan hasil baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Akan tetapi jumlah kehadiran perempuan dalam partisipasi masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan kaum laki-laki. Hal ini disebabkan karena factor pendidikan dari kaum perempuan yang rendah sehingga menimbulkan rasa takut untuk ikut terlibat dalam setiap kegiatan. Selain factor pendidikan peran domestic kaum perempuan dalam keluarga menyebabkan pembagian waktu antara menjadi istri dalam keluarga, sebagai pedagang yang berkaitan dengan program SPP PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Kedungwuluh Kidul Kecamatan Patikraja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Poverty is a phenomenal problem throughout the history of the State of Indonesia as a unitary state. There is no bigger issue in addition to the problem of poverty. Since the early 1970s the New Order government has launched various rural development program that aims to address the inequalities and poverty that exist in Indonesia. In 2007 the Government created the National Program for Community Empowerment in Rural Areas (PNPM MPd) which aims to alleviate poverty. Through this program are expected to all elements of society, including on the part of women who are often marginalized in the process of participation in any government program. Focus in this study were (1) The process of women's participation, (2) factors that inhibit women's participation. In the process of participation, aspect studied is pegambilan decision, implementation, evaluation and development program. The aspects studied in the inhibiting factor is the internal and external factors. This study uses descriptive qualitative research methods and using purposive sampling technique in determining the informant. The results showed that women already involved in various stages of participation ranging from planning to development programs result in SPP program PNPM Rural in the form of manpower, money, time, and thoughts and can feel the good of the economy and the environment. But the presence of women in participation was less when compared to men. This is because the educational factor of women's low, causing fear to be involved in any activity. In addition to domestic factors women's educational role in the family led to the division of time between being a wife in the family, as traders related to the SPP program PNPM Rural Village Kedungwuluh Kidul District of Patikraja.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save