Home
Login.
Artikelilmiahs
13979
Update
IQBAL LAZUARDI
NIM
Judul Artikel
GABUNGAN TINDAK PIDANA PEMERASAN DAN PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 161/Pid.B/2014/PN. Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tindak pidana pemerasan dan pencurian dengan kekerasan dialami korban PI Pratama yang dilakukan oleh Terdakwa Doni Anggoro Kusumawardana bin Sudarto. Atas perbuatan tersebut, Terdakwa didakwa telah melakukan tindak pidana “pemerasan dan pencurian dengan kekerasan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 368 KUHP ayat (2) dan unsur-unsur Pasal 365 KUHP ayat (2) angka 2 KUHP dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pemerasan dan pencurian dengan kekerasan dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 161/Pid.B/2014/PN. Pwt. Metode penelitian dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dan analisis data dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdaskan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa perbuatan Terdakwa Doni Anggoro Kusumawardana bin Sudarto yang melakukan tindak pidana “pemerasan dan pencurian dengan kekerasan”, memenuhi unsur-unsur Pasal 368 KUHP ayat (2) dan unsur-unsur Pasal 365 KUHP ayat (2) angka 2 KUHP, yaitu: unsur ”barangsiapa”, unsur ” dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain”. unsur “dengan melawan hak memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan”, unsur “supaya orang memberikan barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang itu sendiri, kepunyaan orang lain atau supaya orang itu membuat utang atau menghapuskan utang”, unsur “dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih”. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pemerasan dan pencurian dengan kekerasan dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 161/Pid.B/2014/PN. Pwt adalah harus memuat dasar mengadili, dasar memutus, serta nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat: Pertimbangan yuridis, meliputi: 1) Bukti Formal, meliputi yang meliputi: a) Terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana pemerasan dan pencurian dengan kekerasan; b) Mampu bertanggung jawab; c) Tidak ada alasan pemaaf dan pembenar; 2)Nilai-Nilai Yang Ada Didalam Masyarakat, 3)Pertimbangan sosiologis, meliputi: a) Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian terhadap korban; b) Terdakwa belum pernah dihukum dan mengaku bersalah serta mengakui perbuatannya; c) Terdakwa masih muda d) Terdakwa telah meminta maaf kepada korban.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Joint criminal of exortion and theft of violence that PI Pratama felt that’s done by the defendant as Doni Anggoro Kusumawardana bin Sudarto. In that actions, the defendant had been indicted of “Joint Criminal of Exortion and Theft of Violence”.This research aim for knowing elements Article 368 KUHP paraghraph 2 and elements Article 365 paraghraph 2 number 2 KUHP and base of judges law consideration on decide dropping criminal sanctionsby the defendant of joint criminal of exortion and theft of violence on the Juridicial Decision of Purwokerto State Country Number 161/Pid.B/2014?PN.Pwt. The method of research in this thesis with method of approach is normative jurisdiction, descriptive specifications of research, analysis of data with qualitative jurisdiction analysis method. Based on result of this research and discussion, the conclusion is the actions of defendant as Doni Anggoro Kusumawardana Bin Sudarto that did joint criminal of exortion and theft of violence is fiiled with elements Article 365 paraghraph 2 KUHP and elements Article 365 paraghraph 2 number 2 KUHP, that is : “whoever”, elements with point for favorable himself or other people. The Elements “with against the right of force people with violence or the threat of violence”, this mean for some people give all of his thing or something include all of his own thing, other people thing or for that people make the debt or removing debt”, elements “done by 2 people or more”. Based on judges law consideration on dropping criminal sanctions by the defendant of joint criminal of exortion and the theft of violence in Decision of Purwokerto State Country number 161/Pid.B/2014/PN.Pwt is must loaded base of punish, base of breaking, and also points that lives in the society. Juridical consideration it covers : 1) formal evidence that is a) the elements filled by criminal of exortion and the theft violence b) being able to responsible c) no exuse for merciful and exuse forright thing 2) values that lives in the society 3) physicologis consideration, that is a) the actions of the defendant is causing losses for the victims b) the defendant not yet punished and also confess his actions c) the defendant still young d) the defendant had been beg for his sorry to his victims.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save