Home
Login.
Artikelilmiahs
13939
Update
ARYOGA ERVI SUGARA
NIM
Judul Artikel
APLIKASI MIKROBA ANTAGONIS DALAM FORMULA CAIR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR DAUN KENTANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan formula cair P. fluorescens dan T. harzianum dalam mengendalikan penyakit hawar daun, pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Lab. Perlintan Fakultas Pertanian, Unsoed dan lahan kentang di Desa Serang, Purbalingga. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah RAK dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan terdiri atas kontrol, fungisida, aplikasi mikroba antagonis 1, 4, 8, dan 12 kali. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir antagonis, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah umbi, bobot umbi per tanaman dan kandungan senyawa fenol. Analisis dilakukan dengan uji F taraf 5% dilanjutkan dengan uji DMRT. Formula cair P. fluorescens dan T. harzianum yang diaplikasikan belum mampu menekan masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi penyakit hawar daun, namun mampu meningkatkan meningkatkan senyawa fenol. Mikroba yang diaplikasikan 4, 8, dan 12 kali mampu meningkatkan tinggi tanaman, berturut-turut sebesar 22,63%, 27,50%, dan 28,71%. Mikroba yang diaplikasikan 12 kali berpotensi dalam meningkatkan bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar dan bobot umbi, berturut-turut sebesar 42,54%, 38,26%, 42,73%, dan 39,50%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to examine capability of liquid formula P. fluorescens and T. harzianum to control late blight disease, effect for growth, and yield potato in the field. This research was conducted in Lab. Perlintan Agriculture Faculty, Unsoed and potato field at Serang, Purbalingga. This research was carried out in Maret to June 2015. The design used CRBD with 6 treatments and 5 replicates. The treatment were control, fungicide, application antagonist microbes 1, 4, 8, and 12 times. The observed variables were incubation periode, disease intensity, infection rate, late density of the antagonist, crop height, leave total, branch total, fresh crop weight, dry crop weight, fresh root weight, dry root weight, tuber total, tuber weight and phenol compounds. The data were analyzed using the F Test on 5% levels followed by DMRT. Liquid formula P. fluorescens and T. harzianum couldn’t to suppress incubation periode, disease intensity, infection rate, but could to increase phenolic compounds. Microbes are applied 4, 8, and 12 times effective to increase crop height, as 22,63%, 27,50%, and 28,71%. Microbes are applied 12 times potensially to increase fresh crop weight, dry crop weight, fresh root weight, and tuber weight, as 42,54%, 38,26%, 42,73%, and 39,50%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save