Home
Login.
Artikelilmiahs
13899
Update
HAIRUN NISA
NIM
Judul Artikel
prevalensi tungau parasit larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis demam berdarah dengue Kota Semarang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kota Semarang merupakan kota endemis DBD dengan kasus terbanyak di Jawa Tengah. Tahun 2013 jumlah kasus DBD sejumlah 2.364 kasus atau naik 89,11% dari 1.250 kasus pada Tahun 2012. Demam berdarah merupakan penyakit yang menular secara tidak langsung yang disebabkan oleh vektor nyamuk Aedes sp. populasi nyamuk Aedes sp. ini ditentukan oleh survivalitas dari larva nyamuk. Pertumbuhan larva nyamuk Aedes sp. dari instar ke instar di alam dikendalikan oleh tungau-tungau parasit yang akan mempengaruhi mortalitas/angka kematian larva tersebut. Keberhasilan menemukan inang yang tinggi pada tungau parasit akan menaikkan kemampuan menginfeksinya sehingga prevalensi tungau parasit menjadi sangat penting pada larva nyamuk Aedes sp. umumnya akan besar pula. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan prevalensi tungau parasit larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kota Semarang. Metode yang digunakan dengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Lokasi ditentukan berdasarkan tingkat endemis demam berdarah tertinggi, sedangkan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus populasi dengan tingkat kesalahan 5 %. Variabel dalam penelitian ini adalah prevalensi tungau parasit larva Aedes sp. Parameter utama yang diamati adalah jumlah seluruh stadium larva yang terinfeksi tungau, sedangkan parameter pendukung yang diukur yaitu temperatur/suhu, kelembaban udara, pH air, musim dan curah hujan. Metode analisis menggunakan rumus prevalensi yaitu jumlah larva yang mengandung tungau dibagi jumlah larva yang diperiksa dikali 100%. Hasil penelitian diperoleh lima individu tungau parasit dari 2420 sampel larva nyamuk Aedes sp. yang diperiksa. Hasil identifikasi tungau yang diperoleh adalah Familia Hydrachnidae dan Hydrozetidae. Nilai prevalensi tertinggi terdapat di Kelurahan Ngalian yaitu 0,48% kemudian pada Kelurahan Tembalang dan Kalipancur yaitu 0,25% dan Kelurahan Bulusan yaitu 0,24%. Nilai prevalensi Kota Semarang yaitu 0,20%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Semarang city is a area endemic Dengue Haemorrhogic Fever (DHF) with most cases in Central Java. in 2013 the number of cases of dengue number of 2,364 cases, up 89.11% from the 1,250 cases in 2012. Dengue fever is infection diseases indirectly caused by Aedes sp. mosquitoes vector. Populations of Aedes sp. is determined by survivality of mosquito larvae. The growth of larvae Aedes sp. mosquitoes step by step in nature controlled by parasitic mites which will effect the larvae mortality/death rate. Success finding a host of high on parasitic mites will increase the ability infecting to prevalence parasitic mite becames very important on larvae Aedes sp. mosquitoes will generally be greater. The purpose of this study is determine prevalence parasitic mite larvae Aedes sp. mosquitoes in area endemic Dengue Haemorrhogic Fever (DHF) in Semarang city. The method used the sampling technique stratified random sampling. The location determined based on the highest level of endemic dengue fever, while the number of samples is determined based on the formula of the population with an error rate of 5%. The variable in this study is the prevalence of parasitic mite larvae of Aedes sp. The main parameters observed are the total number of infected larvae mite, while parameter supporter observed are temperature, humidity, pH water, season and rainfall. methods of analysis using prevalence formula is the number of larvae that contain mite divided by the number of larvae which examined and multiplied by 100%. the results obtained five individual parasitic mites from 2420 sampel larvae Aedes sp. mosquitoes which examined. The result identification mite obtained is family Hydrachnidae and Hydrozetidae. The highest prevalence of the value contained in Ngaliyan is 0,48% then Tembalang and Kalipancur is 0,25% and Bulusan is 0,24%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save