Home
Login.
Artikelilmiahs
13856
Update
NADIA HANIFAH
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN KECEMASAN ANTARA NARAPIDANA PRIA DAN WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 SUKAMISKIN DAN IIA WANITA KOTA BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Tingkat kriminalitas di Jawa Barat memiliki angka yang tinggi di Indonesia yaitu 27.247 kasus dengan jumlah total narapidana yang terdapat di Jawa Barat sebanyak 12.869 jiwa. Tingkat kriminalitas yang semakin tinggi akan berdampak pada peningkatan jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan. Sebanyak 285.000 narapidana di Amerika mengalami gangguan jiwa. Angka kejadian cemas pada narapidana yang diteliti oleh University Of South Wales sebanyak 61% pada wanita dan 39% pada pria sedangkan di Indonesia 41,7% pada wanita dan 23,3% pada pria. Faktor yang menyebabkan terjadinya cemas pada narapidana adalah hilangnya kebermaknaan hidup, kurangnya dukungan sosial, usia, jenis kelamin, persepsi negatif dari masyarakat dan masa hukuman yang lama. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kecemasan antara narapidana pria dan wanita di Lembaga Pemasyarakatan kelas I Sukamiskin dan IIA Wanita Kota Bandung. Metode : Desain Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampling adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner Lie Minnesota Multiphasic personality Inventory (L-MMPI) dan kuisioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Analisis data menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil : Responden sebanyak 48 narapidana terdiri dari 24 pria dan 24 wanita. Rerata skor TMAS narapidana pria 17,38 (<21) tidak cemas. Rerata skor TMAS narapidana wanita 24,96 (>21) menunjukkan cemas. Analisis data dengan uji T tidak berpasangan didapatkan p=0,012 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecemasan bermakna antara narapidana pria dan wanita. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kecemasan antara narapidana pria dan wanita di Lembaga Pemasyarakatan kelas I Sukamiskin dan IIA Wanita Kota Bandung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : The rate of crimes in West Java is high among Indonesian provinces with 27.247 total cases of prisoners who are in West Java are 12.869 inhabitants. The higher the crime rate will have an impact toward the increasing number of occupants Penitentiary. The total of 285.000 prisoners in The United States have mental disorders. The incidence of anxiety to the prisoners studied by the University Of South Wales is 61% for woman and 39% for men, while in Indonesia 41,7% for women and 23,3% for men. The Factors that causes anxiety to the prisoners are the loss of meaningfulness of life, the lack social support, the age, sex, the negative perception of society and a long sentence. Objective : To ascertain the differences of anxiety between male and female prisoners at Correctional Institution class I Sukamiskin and IIA female In Bandung. Method : This study is observational analysis using cross-sectional approach. Sampling technique that used is purposive sampling. The research instrument used are questionnaire Lie Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-L) and questionnaire Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Analysis of the data is using the unpaired T test. Result : There were 48 prisoners consist of 24 male prisoners and 24 female prisoners.The average of TMAS score from male prisoners is 17,38 (<21) that indicate not anxiety, and the average of TMAS score from female prisoners is 24,96 (>21) that indicate anxiety. Data were analyzed by the unpaired t test was obtained p = 0.012 shows that there is significant difference in anxiety between male and female prisoners . Conclusion : There is difference in anxiety between male and female prisoners at the Correctional Institution class I Sukamiskin and class IIA female in Bandung.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save