Home
Login.
Artikelilmiahs
13843
Update
ARDHILA AIDA NIRMALA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN E DENGAN PENURUNAN DERAJAT NYERI DISMENORE PRIMER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Dismenore primer diasosiasikan dengan peningkatan produksi prostaglandin endometrium, yang menyebabkan kontraksi uterus. Vitamin E mengurangi dismenore primer dengan cara menekan enzim phopholipase A2 serta aktivitas cyclo-oxygenase (COX) untuk menghambat produksi prostaglandin. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian vitamin E 250 IU dengan penurunan derajat nyeri dismenore primer. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experimental dengan pendekatan pre—post test without control group design pada kelompok subjek penderita dismenore primer yang diberi intervensi vitamin E 250 IU/hari selama 5 hari dalam satu siklus menstruasi. Pengukuran derajat nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) yang dilakukan saat siklus menstruasi bulan pertama (sebelum intervensi vitamin E) dan saat siklus menstruasi bulan kedua (sesudah intervensi vitamin E). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan pada p<0,05. Hasil: Derajat nyeri dismenore primer setelah intervensi vitamin E menurun dari 6,00 (3-8) menjadi 3,00 (0-7). Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian vitamin E dengan penurunan derajat nyeri dismenore primer (p=0,01¬). Kesimpulan: Terdapat hubungan pemberian vitamin E 250 IU dengan penurunan derajat nyeri dismenore primer.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Primary dysmenorrhoea is associated with the high production of prostaglandins of the endometrium, which triggers uterine contractions. Vitamin E suppress phospholipase A2 and cyclo-oxygenase (COX) activities to inhibit prostaglandin production. Objective: To determined the correlation between vitamin E 250 IU and pain intensity reduction of primary dysmenorhhoea. Method: This research was a quasi experimental study using pre—post test without control group design on a subject group who suffered from primary dysmenorrhoea which given vitamin E 250 IU/day intervention for 5 days in one menstrual cycle. Pain intensity was evaluated using the Visual Analogue Scale (VAS) for 1 month before the intervention of vitamin E (menstrual cycle month 1) and after the intervention of vitamin E (menstrual cycle month 2). Data was analyzed using Wilcoxon test with significance level at p<0,05. Result: The pain intensity of primary dysmenorrhoea after the intervention of vitamin E decreased from 6,00 (3-8) to 3,00 (0-7). There was a significant correlation between vitamin E and pain intensity reduction of primary dysmenorhhoea (p=0,01). Conclusion: There was a correlation between vitamin E 250 IU and pain intensity reduction of primary dysmenorhhoea.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save