Home
Login.
Artikelilmiahs
13823
Update
LULUK KURNIAWATI
NIM
Judul Artikel
Analisis Efisiensi Ekonomis dan Break Even Point Pada Industri Brem Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Ekonomis dan Break Even Point Pada Industri Brem Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomis dan break even point pada industri brem Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Objek penelitian ini adalah para pelaku industri brem di Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - Agustus 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah para perajin brem Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun yang berjumlah 58 unit usaha. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis R/C Ratio dan analisis Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri brem di Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun sudah mencapai efisiensi ekonomis karena nilai R/C Ratio industri brem sebesar 1,72 (lebih besar dari 1) yang artinya bahwa industri brem di Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Industri brem di Desa Kaliabu Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun sudah melebihi titik impas atau break even point. Baik atas harga produksi, atas penerimaan, dan atas dasar volume produksi. Implikasi dari penelitian ini adalah industri brem di Desa Kaliabu perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan, karena industri brem sudah mencapai tingkat efisiensi secara ekonomis. Hal ini ditunjukkan dengan nilai R/C Ratio lebih dari satu, sehingga industri brem perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Upaya nyata yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan kualitas brem dilihat dari penggunaan bahan baku terbaik, penciptaan inovasi rasa serta pengemasan (packaging) yang menarik. Keseluruhan perajin brem di Desa Kaliabu telah melebihi titik impas baik atas dasar rupiah, atas dasar harga produksi maupun atas dasar harga unit. Namun dalam industri brem masih terdapat hambatan yaitu kurangnya pengetahuan tentang penggunaan teknologi yang lebih maju sehingga perlu adanya bimbingan oleh dinas terkait yaitu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pariwisata Kabupaten Madiun kepada para perajin tentang teknologi yang dapat meningkatkan pendapatan para perajin agar industri brem bisa terus aktif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is “The Analysis of Economic Efficiency and Break Even Point in Brem Industry Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency. The purpose of this research is to analyze the level of economic efficiency and break even point in Brem Industry Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency. This research used survey method.The data used are primary data and secondary data. The object of this research are the doers of brem industry in Kaliabu Village, Mejayan sub-district Madiun regency. This research carried out on July-August 2015. Population in this research are the craftsmens brem in Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency where the total business unit amounted to 58 units. The technique to analyze this data in this research used analyze R/C ratio and analyze break even point (BEP) . The results of this research shows that brem industry Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency had attained economic efficiency because the value of R/C ratio Brem industry was 1.72 (greater than 1) which means that brem industri in Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency profitable and reasonable to be produced brem industry in Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency. Brem industry ini Kaliabu Village, Mejayan sub-district, Madiun regency has already exceeded the break even point either on the producers price upon receipet, and on the basic of production volume. The implication of this research is brem industry in Kaliabu village need to developed and enhanced, because brem industry has reached the level of economic efficiency. This is indicated by the value of R/C ratio more than one, so that brem industry need to be endured and enhanced. The real efforts to do are, increase the total of production and increase the quality of brem showed by using the best of raw material, creating innovation flavor and interesting packaging the entire brem craftsmen in Kaliabu Village have exceeded break even pont either basic of rupiah, either basic the price of production or on the basic of unit price. However, in brem industry is still found abstacle that is lack of knowledge about the use of more advanced technology so that need for guidance to brem eraftsmen about technology by the related Departments of Industry, Trade, Cooperatives and Tourism Madiun regency which can improve income the craftsmen so that brem industry can be continued.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save