Home
Login.
Artikelilmiahs
13809
Update
ARVI TRI SULISTIYANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI YANG TERPAPAR PESTISIDA DI KECAMATAN KEDUNG BANTENG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Fakto risiko terhadap kejadian anemia sangat beragam, salah satunya adalah zat-zat toksik dalam pestisida. Petani padi di Kecamatan Kedung Banteng merupakan pengguna pestisida tertinggi kedua di Kabupaten Banyumas, sehingga mereka berisiko untuk terjadi keracunan pestisida dan menderita anemia akibat paparan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan status gizi dengan kejadain anemia pada petani yang terpapar pestisida di Kecamatan Kedung Banteng. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 34 petani padi di Kecamatan Kedung Banteng yang didapatkan dengan metode multistage sampling. Data penelitian didapatkan dari hasil wawancara, serta pemeriksaan laboratorium sampel darah untuk pengukuran kadar enzim kholinesterase dan kadar hemoglobin darah. Analisis data yang digunakan adalah uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p=0,268) dan status gizi (0,591) dengan kejadian anemia pada petani yang terpapar pestisida. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan status gizi dengan kejadian anemia pada petani yang terpapar pestisida di Kecamatan Kedung Banteng.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Anemia is a public health problem worldwide, including Indonesia. Risk factors of anemia is very diverse, one of them is toxic substances in pesticides. Rice farmers in district Kedung Banteng is the second highest pesticides user in Banyumas, so they are at risk for pesticide poisoning and anemic due to pesticide exposure. The aim of this study was to determine the association between work period and nutritional status on the incidence of anemia in farmers exposed to pesticides in district Kedung Banteng. The study used an observational analytic study with cross sectional design. The number of responden were 34 rice farmers in district Kedung Banteng by multistage sampling method. Research data were from interviews and laboratory examination of blood samples for the measurement of enzyme cholinesterase concentration and haemoglobin concentration. Data were analyzed using Fisher Exact Test. The results of Fisher Exact Test showed there was no significant association between work period (p=0.268) and nutritional status (p=0.591) on the incidence of anemia in farmers exposed to pesticides. This study result shows that there was no association between work period and nutritional status on the incidence of anemia in farmers exposed to pesticides in district Kedung Banteng.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save