Home
Login.
Artikelilmiahs
13805
Update
LUTFI AULIAN
NIM
Judul Artikel
PERMODELAN HIDRAULIK FISIK GERUSAN BAHU JALAN DI RUAS JALAN RAYA PURWOKERTO – BUMIAYU DENGAN VARIASI ALINYEMEN VERTIKAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bahu jalan merupakan salah satu prasarana yang penting bagi pengguna jalan salah satunya adalah sebagai tempat pemberhentian untuk menghindar dari kecelakaan. Salah satu masalah yang sering dijumpai pada bahu jalan adalah gerusan akibat air hujan. Gerusan ini menyebabkan cekungan yang cukup dalam yang tidak jarang membahayakan pengendara yang melintas jalan raya. Salah satu cara untuk mempelajari fenomena ini adalah dengan membuat model hidraulik fisik. Model dibuat di laboratorium untuk menirukan suatu badan jalan dan bahu jalan yang sedang tertimpa hujan. Saluran badan dan bahu jalan dibuat menggunakan bahan dari akrilik sedangkan rainfall simulator pada penelitian ini menggunakan 2 buah shower. Pada penelitian akan memperhatikan apa yang terjadi pada bahu jalan dalam kurun waktu tertentu dan pada intensitas tertentu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kedalaman dan lebar gerusan yang terjadi akibat guyuran air hujan dengan beberapa intensitas yang berbeda. Model fisik gerusan di bahu jalan direncanakan dengan membuat suatu bentuk yang menyerupai potongan melintang jalan dan bahu jalan. Hujan buatan akan dicurahkan di atas model hingga menyerupai kejadian hujan sesungguhnya dan akan diamati pengaruhnya terhadap gejala erosi di bagian bahu jalan. Hasil dari penelitian yang didapat adalah intensitas hujan dan durasi hujan termasuk dua hal yang mempengaruhi gerusan dibahu jalan. Semakin besar intensitas hujan semakin besar pula lebar, panjang dan kedalaman gerusan dibahu jalan begitu pula dengan durasi hujan semakin besar durasi hujan semakin besar pula gerusan yang terjadi. Kedalaman gerusan maksimal yang terjadi pada intensitas 5 mm/jam adalah 2,11 cm, pada intensitas 10 mm/jam adalah 2.11 cm, pada intensitas 15 mm/jam 2,2 cm, pada intensitas 20 mm/jam adalah 2,5 cm dan pada intensitas 25 mm/jam adalah 3 cm. Aliran hujan yang melewati bahu jalan selalu membuat alur terlebih dahulu. Alur yang dibuat oleh aliran air hujan berbentuk seperti sungai kecil. Setelah aliran hujan menemukan alurnya gerusan yang terjadi cenderung tetap.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Roadside is one of the essential infrastructure for road users. That can be used for stopping off point to avoid an accident. One of the problems often encountered on the roadside is local scouring due to rain. The local scouring cause hole, that deep enough to endanger motorists crossing the highway. One way to study for this phenomenon is to create a physical hydraulic model. The model was made in the laboratory to simulate a roadside of the road and being hit by rain. Road and roadside made on canal/flume that made from the multiplex. For the roadside, the mixing of coral and asphalt was spread above the flume, and the roadside of road was spread with sand, two pieces of showers was used for rainfall simulator. The research simulate the phenomenon that occur on the roadside in a certain perion of time and on a certain road slope. Results of the study were obtained, that rainfall intensity and vertical alignment are two things that affect the scour on roadside. The greater intensity of the rainfall will cause the greater the width, length and depth of roadside scour. The greather of vertikal alignment will effected on increasing of. The flow velocity also has proportional relationship with the depth scour. The increasing of flow velocity will increase the depth of local scouring.. For sample 1 , the maximum scour depth occurred in the vertical alignment 2 % , 15 % and 26 % with intensity of 5 mm / h is 1.5 cm , 1.6 cm , and 2.6 cm, for Intensity of 15 mm / h is 1.6 cm , 2.1 cm , and 3.3 cm . and the intensity of 25 mm / h 1.8 cm , 2.2 cm , and 3.7 cm. For sample 2 , the maximum scour depth occurred in the vertical alignment 2 % , 15 % , and 26 % with intensity of 5 mm / h is 1.2 cm , 1.5 cm , and 2.3 cm, for the intensity of 15 mm / h is 1.6 cm , 1.8 cm , and 3 cm . and the intensity of 25 mm / h is 1.8 cm , 2.1 cm , and 3.2 cm. Rain flow passing through the roadside always make the groove. Groove created by the flow of rain water shaped like a river . After the rain finding its groove scour flow that occurs tends to remain .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save