Home
Login.
Artikelilmiahs
13800
Update
AMRIZKY BUDI NURCAHYANI
NIM
Judul Artikel
KAJIAN NILAI TAMBAH SINGKONG MENJADI GROPAK (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Gropak di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan mudah rusak jika tidak diolah. Pengolahan singkong dapat memberikan nilai tambah bagi singkong tersebut dan bagi pengrajin. Desa Sokaraja Tengah merupakan salah satu desa di Kecamatan Sokaraja yang memiliki banyak usaha industri rumah tangga. Salah satu industri rumah tangga yang diusahakan di desa Sokaraja Tengah adalah gropak dengan bahan baku singkong. Pada umumnya pengrajin tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial dalam usahanya, contohnya biaya produksi, penerimaan dan keuntungan dalam usahanya. Perhitungan mengenai aspek-aspek finansial tersebut sangat menentukan dalam mempertahankan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: biaya, penerimaan dan keuntungan industri rumah tangga gropak, dan nilai tambah singkong menjadi gropak. Pengambilan data dilaksanakan dari tanggal 1 Maret sampai dengan 30 Maret 2015 dengan sasaran penelitian adalah pengrajin gropak sejumlah 18 orang. Penelitian ini menggunakan metode sensus untuk pengambilan sampel dan studi kasus untuk metode penelitiannya. Teknik pengumpulan data primer dengan cara menggunakan kuisioner dan observasi langsung, dan teknik pengumpulan data sekunder dengan cara studi pustaka dan studi dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi gropak rata-rata pada bulan Maret 2015 sebesar Rp683.159,92, penerimaan rata-rata sebesar Rp876.433,74 dan keuntungan rata-rata sebesar Rp193.273,82. Hasil analisis nilai tambah bulan Maret 2015 sebesar Rp2.612 per kilogram bahan baku utama singkong dan rasio nilai tambah yang diperoleh adalah 15,68 persen. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap nilai bahan baku Rp100,00 mendapatkan nilai tambah rata – rata sebesar Rp15,68.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Manioc or cassava is a crop that is widely cultivated in Indonesia and is easily decayed if not processed. Cassava processing can give value-added for the cassava and for the craftsman. Central Sokaraja Village is one of Villages in Sokaraja sub-district that has many home industries. One of central Sokaraja Village’s home industries is gropak, which is made of cassava. In general the producers do not count in detail financial aspects in their business, for example production cost, turnover and profit in their business. The calculationof the financial aspects are crucial in maintaining business continuity. This research aims to find out: cost, revenue and profit of gropak home industry, and the value- added cassava to be gropak. The data collection was held from March 1 until March 30, 2015 with the goal of the research is the Gropak craftsman as many as 18 people. This research uses census method for sampling and case study method for research. Primary data collection techniques were questionnaires and direct observation, and secondary data collection by literature study and documentation. The analytical method used is: analysis of cost, revenue, profit, and value- added. The results showed that the average cost of production of gropak - average in March 2015 was Rp683.159,92, average revenue was Rp876.433,74 and the average profit was Rp193.273,82. Result of the analysis of the value-added in March 2015 was Rp2.612 per kilogram of the main raw material of cassava, and the ratio of value-added obtained was 15.68 percent. It shows that for each value of the raw materials Rp100.00 gained value-added - average of Rp15,68.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save