Home
Login.
Artikelilmiahs
13788
Update
NABILA SARIBANUN
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia ) TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT Staphylococcus aureus DARI PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO Studi Secara In Vitro Dibandingkan dengan Antibiotik Standar
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang paling banyak menginfeksi ulkus diabetikum. Pengobatan ulkus diabetikum yang sering digunakan adalah dengan menggunakan antibiotik. Namun, banyak penelitian yang melaporkan tentang resistensi antibiotik. Daun binahong adalah tanaman yang banyak dipakai untuk pengobatan karena memiliki kandungan zat aktif seperti alkaloid, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Zat aktif ini memiliki mekanisme kerja yang hampir sama dengan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak daun binahong terhadap pertumbuhan isolat S. aureus secara in vitro dibandingkan dengan antibiotik standar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental post-test only with control group design dan menggunakan metode Kirby Bauer secara In Vitro. Besar sampel pada penelitian ini adalah 32 sampel dengan 8 kelompok perlakuan. Jumlah rerata daya hambat antimiroba BNH (8.99 ± 2.92), DA (0), AML (35.06 ± 7.27), VA(30.41 ± 0.66), SXT(36.22 ± 0.53), CRO(26.48 ± 0.82), CTX(23.41 ± 0.62), KN(0). Hasil uji Kruskal-Wallis (p<0,05) dan uji Post Hoc Mann-Whitney (p<0,05) menunjukkan perbedaan signifikan. Terdapat hasil yang bermakna antara ekstrak daun binahong dengan semua kelompok perlakuan. Daya hambat ekstrak daun binahong lebih besar dari pada antibiotik klindamisin dan kontrol negatif, kemudian, lebih rendah daripada antibiotik amoksisilin, vankomisin, kotrimoksazol, seftriakson, dan sefotaksim.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Staphylococcus aureus is a gram positive bacteria and often infecting diabetic ulcers patient. Antibiotics are often used as a treatment for diabetic ulcers. However, many research were reported about antibiotics resistance. Binahong leaf is widely used for the treatment because it contains active compounds such as alkaloids, saponins and flavonoids that have antibacterial effect. The active compounds have a similar mechanism of action to the antibiotics. This study aimed to determine the antimicrobial effectiveness of binahong leaf extracts and compare its effectiveness with standart antibiotics. The research method was an experimental post-test only with control group design and using Kirby Bauer In Vitro method. 32 samples were used and divided into 8 treatment group. Mean of inhibition zone diameter BNH (8.99 ± 2.92), DA (0), AML (35.06 ± 7.27), VA(30.41 ± 0.66), SXT(36.22 ± 0.53), CRO(26.48 ± 0.82), CTX(23.41 ± 0.62), KN(0). The results of Kruskal-Wallis test (p <0.05) and Post Hoc Mann-Whitney (p <0.05) showed significant differences. This research concludes there was significant differences between binahong leaf extracts and all of S.aureus isolate groups. Inhibition zone diameter binahong leaf extract greater than the antibiotics clindamycin and negative control, then, lower than the antibiotic amoxicillin, vancomycin, cotrimoxazole, ceftriaxone, and cefotaxime.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save