Home
Login.
Artikelilmiahs
13757
Update
YULIA SARAH DAMAYANTI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH VARIASI WAKTU MILLING TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT MAGNETIK BARIUM FERIT ALAM
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Barium heksaferit adalah salah satu keramik magnetik yang dikenal sebagai material magnetik permanen dan banyak dikembangkan karena peluang aplikasinya yang luas dan didukung kelebihan lain seperti medan koersivitas tinggi, remanensi tinggi, dan stabilitas kimia yang baik. Proses pembuatan material magnetik barium hexaferit dilakukan menggunkan metode solid state reaction. Material barium hexaferit dimilling menggunakan planetary ball milling dengan variasi waktu milling 0 jam, 1 jam, dan 3 jam. Sampel barium heksaferit yang telah dimilling kemudian dikompaksi dan disintering pada temperatur 1100° C selama 3 jam.. Hasil pengukuran XRD menunjukkan bahwa deformasi struktur kristal yang ditandai dengan puncak difraksi yang semakin menurun serta melebar. Semntara itu, sifat magnetik barium heksaferit yakni koersivitas meningkat antara 0,124 T - 0,143 T. Nilai magnetisasi remanen sampel MT1, MT2, dan MT3 masing-masing adalah 12,2, 15,3, dan 13,5 emu/gram. Nilai saturasi magnetisasi sampel MT1, MT2, dan MT3 masing-masing adalah 26,8, 29,8 dan 27,5 emu/gram. Nilai saturasi magnetisasi dan remanensi mengalami kenaikan pada waktu milling 1 jam namun nilai menurun saat waktu milling sampai dengan 3 jam. Hal ini menunjukkan bahwa proses milling untuk waktu yang lama (sampai dengan 3 jam) dapat menyebabkan kerusakan pada struktur kristal dan menyebabkan perubahan sifat magnetik material. Kata kunci :barium hexaferit, milling, koersivitas, remanen, saturasi, solid state reaction.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Barium hexaferrite is one of magnetic ceramic known as permanent magnetic materials and developed for broad application opportunities and supported by other advantages such as the field of high coercivity, high remanence, and good chemical stability. Magnetic material barium hexaferrite is made using solid state reaction method. Barium hexaferrite powder is milled with the various milling time 0 hour, 1 hour, and 3 hours using a planetary ball milling. The milled powder is compacted and sintered at 1100° C for 3 hours. The measurment results of X-Ray Diffraction reveal that deformation of the crystal structure is associated with diffraction peaks of diminishing and increasingly widened. Meanwhile, magnetic properties of barium hexaferrite increased in coercivity between 0.124 T - 0.143 T. The magnetic remanence for each sample MT1, MT2, and MT3 are 12.2, 15.3, and 13.5 emu/g respectively. Saturation magnetization for each sampel MT1, MT2, and MT3 are 26.8, 29.8, and 27.5 emu/g. Magnetization saturation and remanence increase for 1 hour milling but they decrease up to 3 hours milling. This indicates that the milling process is for long times (up to 3 hours) may result damage in the crystal structure lead to change in magnetic properties of the material. Keywords : barium hexaferrite, milling, coersivity, remanence, saturation, solid state reaction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save