Home
Login.
Artikelilmiahs
13737
Update
RAHAYU YUNIYANTI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENDAPATAN BURUH PENGRAJIN ROTAN DI DESA TEGALWANGI KECAMATAN WERU KABUPATEN CIREBON
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendapatan pengrajin rotan dan pendapatan rumah tangga pengrajin rotan per bulan sudah memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) atau belum di Kabupaten Cirebon. Kedua, mengukur kontribusi pendapatan sebagai pengrajin rotan terhadap pendapatan rumah tangga. Ketiga, menguji perbedaan tingkat pendapatan tenaga kerja borongan dan tenaga kerja harian dalan industri kerajinan rotan di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon dan keempat, mengidentifikasi perbedaan karakteristik demografi diantara tenaga kerja borongan dan tenaga kerja harian (umur, pendidikan, pengalaman bekerja dan keterampilan). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode tabulasi, kontribusi pendapatan dan uji beda (Uji Z). Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62.520 tenaga kerja pengrajin rotan. Untuk memperoleh ukuran sampelnya menggunakan rumus slovin, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden pengrajin rotan. Metode yang dipakai dalam penelitain ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 88 responden belum memenuhi Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan 12 responden sudah memenuhi Standar KHL, sedangkan dari pendapatan rumahtangga pengrajin terdapat 87 responden yang belum mencapai KHL dan 13 responden sudah mencapai KHL. Kontribusi pendapatan pengrajin rotan di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon terhadap pendapatan rumahtangganya mempunyai peran yang besar yaitu 93,79 persen. Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Z menunjukkan ada perbedaan pendapatan, pengalaman bekerja dan usia tenagakerja borongan dan harian, sedangkan pendidikan dan keterampilan di antara tenagakerja borongan dan harian tidak berbeda. Penelitian ini menemukan bahwa kontribusi pendapatan pengrajin rotan terhadap pendapatan rumahtangga (93,79%), akan tetapi sebagian besar pengrajin rotan di Desa Tegalwangi masih belum dapat dikatakan hidup layak sesuai dengan KHL. Padahal 93 persen istri pengrajin adalah ibu rumahtangga yang masih memiliki waktu luang, oleh karena itu maka ibu rumah tangga di Desa Tegalwangi dapat diberikan pelatihan pembuatan kerajinan berbasis rotan atau limbah rotan untuk meningkatkan pendapatan rumahtangga. Pemerintah dan pihak swasta dapat berpartisipasi dalam pembangunan sumber daya manusia tersebut KataKunci:buruh pengrajin rotan, pendapatan, umur, pendidikan, pengalaman bekerja, keterampilan, kebutuhan hidup layak (KHL).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purpose of this research is to determine whether rattan craftsmen’s income and rattan craftsmen‘s income of household per month already fulfill the standard of Living Needs (KHL) or not in Cirebon Regency. Second, measure the contribution of income as rattan craftsmen on household income. Third, examine differences between income levels of labor contract and daily labor role in the industry of rattan in the village of Tegal fragrant District of Weru Cirebon and fourth, to identify differences in demographic characteristics between the labor contract and daily labor (age, education, work experience and skills) ,The method used is the tabulation method, revenue and different test (Z test). The population in this research are 62.520 workers rattan craftsmen. To obtain the sample size using formula slovin, the samples taken in this research are 100 respondents rattan craftsmen. The method used in this research is a survey method. The results showed that there were 88 respondents have not fulfilled the standard of Living Needs (KHL) and 12 respondents already fulfilled the standards KHL. while household income of craftsmen are 87 respondents who have not yet reached the KHL and 13 respondents already reached KHL. The revenue contribution rattan craftsmen in the Tegalwangi Village, Weru Subdistrict Cirebon Regency on household income has a major role, namely 93.79 percent. The results using the Z test show there is known there are differences in income, work experience and age wholesale and daily labor. While there the education and skills in wholesale and daily labor is no different. This research are rattan craftsmen’s income contributing to household income (93.79%), but most of the craftsmen in the Tegalwangi village still can not be said to live worthy of the KHL. In fact, 93 percent of wives of craftsmen is a housewife who still have spare time, therefore, the housewife in the village can be trained Tegalwangi-based craft-making wicker or rattan waste to increase household income. Government and the private sector can participate in development the human resources. Keywords: Labor rattan craftsmen, income, age, education, work experience, skills, Living Needs (KHL).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save